Akademisi Pertanyakan Logika Keuntungan Penggilingan Padi Rp2 Triliun

Smallest Font
Largest Font

Klaim mengenai unit penggilingan padi yang sanggup mengantongi keuntungan hingga Rp2 triliun per bulan dinilai tidak rasional secara hitungan industri agribisnis dan realitas data produksi pangan nasional.

Pernyataan terkait besaran laba tersebut sebelumnya disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto berdasarkan laporan yang diterimanya, sebagaimana disoroti oleh Associate Professor Department of Agribusiness Management Tokyo University of Agriculture Ramadhona Saville.

Perhitungan matematis menunjukkan bisnis pengolahan gabah umumnya hanya mengantongi marjin tipis sekitar Rp300 per kilogram. Untuk menghasilkan laba bersih Rp2 triliun saban bulan, sebuah pabrik wajib memproses 220 juta kilogram gabah setiap hari atau 6,6 miliar kilogram per bulan.

Kebutuhan pemrosesan gabah dalam skenario tersebut dinilai tidak masuk akal jika dibandingkan dengan realitas produksi pangan nasional. Badan Pusat Statistik mencatat total produksi beras Indonesia sepanjang tahun 2025 berada di angka 34,69 juta ton, yang setara dengan total produksi gabah tahunan sekitar 57 hingga 60 miliar kilogram.

Karakteristik industri pengolahan beras skala raksasa di negara maju seperti Jepang pun beroperasi dengan marjin tipis antara 1 hingga 3 persen. Pabrik besar di Jepang dengan omset tahunan Rp1 triliun umumnya hanya mengumpulkan laba bersih sekitar Rp30 miliar per tahun.

Tingkat keuntungan tahunan pabrik pengolahan beras di negara maju hanya berada di kisaran puluhan miliar rupiah. Ketimpangan antara narasi laporan dan data empiris ini mengindikasikan adanya suplai data yang keliru kepada pembuat kebijakan tanpa melalui proses verifikasi yang memadai.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed