Aji Bayu Ramadhan Raih Lulusan Terbaik IPDN Tahun 2026
Aji Bayu Ramadhan, wisudawan asal Nusa Tenggara Timur yang merupakan putra dari seorang buruh bangunan, resmi ditetapkan sebagai lulusan terbaik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun 2026 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mencapai 3,84 pada Minggu (26/7/2026), seperti dilansir dari Detikcom.
Pengumuman penghargaan tersebut disampaikan langsung dalam prosesi wisuda yang meluluskan sebanyak 1.404 mahasiswa di Gedung Balairung Rudini Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Total wisudawan terdiri atas 45 lulusan Doktor Ilmu Pemerintahan, 73 Magister Terapan Ilmu Pemerintahan, 1.204 Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan, serta 82 lulusan Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan.
Rektor IPDN Halilul Khairi menyampaikan laporan pendidikan terkait pencapaian akademik lulusan terbaik tersebut di hadapan para undangan.
"Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan (TRIP) sejumlah 170 wisudawan dengan IPK tertinggi diraih oleh wisudawan atas nama Aji Bayu Ramadan S.Tr.IP, IPK 3,84 predikat dengan pujian asal pendaftaran Provinsi Nusa Tenggara Timur," ujar Halilul Khairi, Rektor IPDN.
Ia menambahkan bahwa Aji tidak hanya meraih peringkat tertinggi di program studinya, tetapi juga memperoleh penghargaan tertinggi di tingkat institut.
"Penerima pengerangan Kartika Sapta Abdi Praja 1 Prodi TRIP sekaligus penerima penghargaan Kartika Abdi Praja Ashta Brata sekaligus penerima Ashta Brata," puji Halilul Khairi, Rektor IPDN.
Penghargaan Kartika Astha Brata sendiri merupakan penganugerahan tahunan yang hanya diberikan kepada satu orang lulusan terbaik Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan (D-IV) dengan kalkulasi nilai pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan tertinggi dari seluruh praja.
"Bapak Menteri kami laporkan bahwa Aji Bayu berasal dari keluarga yang sederhana dan dari orang tua yang bekerja sehari-hari sebagai pekerja buruh bangunan," ungkap Halilul Khairi, Rektor IPDN.
Sebelum prosesi wisuda berlangsung, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sempat memanggil Aji ke depan panggung saat memberikan pembekalan kepada calon wisudawan pada Rabu (22/7/2026).
"Saya dapatkan Bintang Adi Makayasaya, lulusan terbaik. Tapi saya harus akui, persaingan di IPDN jauh lebih berat. Karena saya juara satu dari sekitar 200 taruna.
Adik-adik yang juara satu di sini, juara satu dari 1.204. Iya. Udah ada belum orangnya?
Pak Rektor sudah terpilih belum? Mana? Tampil ke depan.
Asli mana?," tanya Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri.
Aji pun melangkah ke depan dan memberikan jawaban lugas mengenai daerah asalnya.
"NTT, Soe," jawab Aji Bayu Ramadhan, Lulusan Terbaik IPDN.
Mendagri kemudian menguji pengetahuan Aji mengenai kawasan Fulan Fehan di daerah asalnya.
"Siap, izin menyampaikan. Fulan Fehan adalah sebuah destinasi yang terdapat di Pulau Timor, di Kabupaten Belu, yang disebut 'surga di atas awan'. Di mana baru saja, Bapak Mendagri dan juga rombongan melaksanakan Festival Fulan Fehan," jawab Aji Bayu Ramadhan, Lulusan Terbaik IPDN.
Tito mengapresiasi pemahaman Aji yang luas mengenai agenda kerja kementerian di daerah.
"Wuah kamu hebat juga ngikutin saya," respons Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri.
Mendagri kemudian menanyakan latar belakang pekerjaan orang tua praja asal Kabupaten Timor Tengah Selatan tersebut.
"Kamu anak, orang tuamu apa kerjanya? Bapak? Ibu?" cecar Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri.
Anak sulung dari dua bersaudara pasangan Winoto Hadi dan Wahyuniarti ini menjawab pertanyaan tersebut dengan jujur.
"Siap, untuk bapak pekerjaan buruh dan ibu-ibu rumah tangga," jawab Aji Bayu Ramadhan, Lulusan Terbaik IPDN.
Tito memastikan kembali detail pekerjaan dari ayah Aji.
"Bapak?" tanya Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri.
Aji memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai bidang pekerjaan ayahnya.
"Buruh, Pak," jawab Aji Bayu Ramadhan, Lulusan Terbaik IPDN.
Mendagri kembali memperjelas profesi tersebut.
"Buruh apa?" timpal Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri.
Aji mengonfirmasi fokus pekerjaan ayahnya saat ini.
"Siap.Untuk sekarang, fokus di bidang bangunan, Pak," jawab Aji Bayu Ramadhan, Lulusan Terbaik IPDN.
Mendagri menanyakan kembali untuk memastikan profesi sang ayah.
"Buruh bangunan?" tanya Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri.
Aji membenarkan pertanyaan tersebut.
"Siap," jawab Aji Bayu Ramadhan, Lulusan Terbaik IPDN.
Tito melanjutkan dengan menanyakan urutan kelahiran pemuda kelahiran 16 November 2003 itu di dalam keluarganya.
"Oke. Anak nomor berapa?" tanya Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri.
Aji menjelaskan posisinya sebagai anak tertua.
"Siap, anak pertama, Pak, dari dua bersaudara," jawab Aji Bayu Ramadhan, Lulusan Terbaik IPDN.
Mendagri lantas menanyakan jenis kelamin dari adik Aji.
"Dari dua bersaudara. Yang nomor dua, laki-laki perempuan?" cecar Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri.
Aji menyampaikan informasi mengenai adiknya.
"Siap, perempuan, Pak," timpal Aji Bayu Ramadhan, Lulusan Terbaik IPDN.
Dalam dialog tersebut, Aji juga menjelaskan bahwa dirinya mendaftar dari Kabupaten Timor Tengah Selatan dan mengikuti seluruh tahapan seleksi di Kota Kupang tanpa dipungut biaya.
"Siap, tidak bayar, Pak," jawab Aji Bayu Ramadhan, Lulusan Terbaik IPDN.
Mendagri Tito Karnavian memberikan apresiasi tinggi terhadap sistem rekrutmen dan pendidikan di IPDN yang terbukti transparan dan menghasilkan lulusan berprestasi tanpa memandang latar belakang ekonomi.
"Tepuk tangan. Saya termasuk yang termasuk yang paling keras kalau soal urusan bayar-membayar untuk masuk sekolah pendidikan. Oke, kamu nggak tahu tempatnya.
Tapi siap ditempatkan di mana saja? Termasuk di Jakarta? Ya, saya bangga ini.
Ini contoh. Apa namanya itu? Orang tuanya buruh.
Ini berarti prosesnya, awalnya rekrutmennya benar. Dan kemudian belajarnya benar. Dia nomor satu.
Berarti ini sekolahnya juga benar. Tepuk tangan dong buat IPDN DPDN. Iya.
Karena ada juga sekolah-sekolah yang juara satunya bisa diatur," ujar Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow