Pengamat Kebijakan Publik dari UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat menila pemilu dapat memberikan dampak positif sementara pada ekonomi dalam jangka pendek.
Partai-partai politik dan calon legislatif biasanya menghabiskan pengeluaran dana yang besar selama masa pemilu untuk kampanye, iklan, dan aktivitas lainnya yang secara langsung akan meningkatkan demand pada sektor-sektor tertentu seperti percetakan, media dan jasa event.
Selain itu, saat pemilu biasanya pemerintah mengeluarkan anggaran untuk proyek-proyek infrastruktur dan program-program lainnya untuk memberikan dukungan pelaksanaan pemilu tersebut.
“Dampak pemilu pada ekonomi hanya bersifat sementara. Begitu periode pemilu berakhir maka efek positif tersebut berkurang.Tapi inipun akan sangat tergantung faktor-faktor lain yang kemungkinan menurun akibat situasi global yang saat ini kurang kondusif. Jadi pertumbuhan ekonomi di kuartal IV diprediksi mencapai 5% kemungkinannya masih 50:50,” kata CEO Narasi Institute itu kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (17/10/2023).

Achmad Nur Hidayat, CEO Narasi Institute dan Pengamat Kebijakan Publik
Investor Wait and See
Lebih lanjut Achmad mengatakan, kecenderungan investor menjelang pemilu bisa bervariasi tergantung pada sejumlah faktor, termasuk namun tidak terbatas pada situasi politik dan ekonomi negara tersebut, serta bagaimana pemilu sebelumnya mempengaruhi pasar.
Namun, ada beberapa tren umum yang sering menjadi perhatian para investor sehingga pada umumnya melakukan wait and see:
Pertama, menjelang pemilu, pasar sering kali menghadapi ketidakpastian karena tidak jelas siapa yang akan menang dan apa kebijakan yang akan mereka adopsi. Ketidakpastian ini bisa menyebabkan volatilitas di pasar saham dan aset lainnya.
Kedua, beberapa investor mungkin memilih untuk menunda keputusan investasi mereka sampai setelah hasil pemilu diketahui dan arah kebijakan pemerintah baru lebih jelas.
Ketiga, ketika ketidakpastian politik meningkat, investor mungkin memindahkan modal mereka ke aset yang dianggap lebih aman, seperti emas atau obligasi pemerintah dari negara-negara dengan stabilitas ekonomi dan politik.
Keempat, pasar sering kali bereaksi terhadap jajak pendapat dan berita yang menunjukkan kemungkinan hasil pemilu. Jika seorang calon yang dianggap pro-bisnis atau pro-pasar diperkirakan menang, bisa jadi pasar akan bereaksi positif, dan sebaliknya.
Kelima, beberapa investor dengan pandangan jangka panjang mungkin melihat periode ketidakpastian sebagai kesempatan untuk membeli aset dengan harga murah, dengan harapan bahwa pasar akan pulih setelah pemilu. Sementara itu, trader jangka pendek mungkin mencari peluang dari volatilitas yang disebabkan oleh pemilu.
Keenam, Investor asing mungkin lebih sensitif terhadap risiko politik dan mungkin lebih cepat menarik modal mereka jika mereka merasa ada risiko besar terkait hasil pemilu.

Achmad Nur Hidayat, CEO Narasi Institute dan Pengamat Kebijakan Publik
Pemilu bisa mempengaruhi sentimen pasar dalam jangka pendek, faktor-faktor fundamental ekonomi dan kinerja perusahaan individual tetap menjadi penentu utama performa pasar dalam jangka panjang. Investor harus mempertimbangkan baik risiko dan peluang yang ada dan membuat keputusan berdasarkan analisis mendalam dan strategi investasi mereka.
Menjaga Stabilitas Investasi
Menurut Achmad menjaga stabilitas investasi di tahun politi sangat penting bagi pemerintah untuk memastikan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan menghindari volatilitas ekonomi yang tidak perlu. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa diambil pemerintah untuk menjaga stabilitas investasi di tahun politik:
Pertama, pemerintah harus berkomunikasi dengan jelas tentang rencana, visi, dan kebijakan ekonominya, baik sebelum maupun setelah pemilu. Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu dapat membantu mengurangi ketidakpastian di pasar.
Kedua, penting bagi pemerintah untuk mempertahankan kebijakan makroekonomi yang sehat, termasuk anggaran yang seimbang, inflasi yang terkendali, dan cadangan devisa yang memadai.
Ketiga, membuat lingkungan yang kondusif untuk investasi dengan memastikan hukum dan regulasi yang jelas, proses perizinan yang transparan, serta infrastruktur yang memadai.
Keempat, memastikan bahwa kontrak dan hak-hak investor dilindungi oleh hukum dan dapat ditegakkan di pengadilan. Ini memberikan kepercayaan kepada investor bahwa investasi mereka aman.
Kelima, mengadakan dialog rutin dengan komunitas bisnis dan investor untuk mendengar kekhawatiran mereka dan merespons dengan tindakan yang tepat.
Keenam, mengurangi ketergantungan pada sektor atau sumber pendapatan tertentu dengan mendorong investasi di berbagai sektor ekonomi.
Ketujuh, Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan untuk menarik investasi di sektor-sektor berbasis pengetahuan dan teknologi.
Kedelapan, jika ada perubahan kebijakan yang diantisipasi setelah pemilu, perlu ada jaminan bahwa transisi tersebut akan dilakukan dengan halus dan dengan pemberitahuan yang memadai kepada investor dan pelaku bisnis.
Kesembilan, memiliki mekanisme untuk mengidentifikasi dan mengatasi risiko yang mungkin mempengaruhi iklim investasi, termasuk risiko geopolitik dan ekonomi global.
Kesepuluh, Melakukan kampanye untuk mempromosikan citra positif negara sebagai destinasi investasi yang aman dan menguntungkan, terutama di tengah ketidakpastian politik.

Ilustrasi investasi
“Dengan pendekatan yang proaktif dan komunikasi yang efektif, pemerintah dapat membantu mengurangi ketidakpastian yang sering kali datang dengan tahun politik dan memastikan bahwa iklim investasi tetap stabil dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.
Sumber: investor.id


