“Bahkan sosok cawapres tersebut juga harus siap kalau tiba-tiba ruang kerjanya digeledah. Sosok yang demikian tengah dicari oleh Anies. Meski beredar kabar namanya sudah di kantong”
JAKARTA | KBA – Pengamat politik Hendri Satrio (Hensat) berpendapat, sosok calon wakil presiden (cawapres) pasangan Bakal Calon Presiden (Bacapres) Anies Baswedan harus siap menghadapi dua pertandingan.
Hal itu dipaparkan Hensat ketika menjadi salah satu pembicara diskusi dengan tema Teka-teki Cawapres dan Perannya Membangun Ekonomi Baru, Jumat, 23 Juni 2023, melalui Zoom dan Live Youtube Achmad Nur Hidayat.
Dalam pandangan Hensat, sejarah bangsa Indonesia mengajarkan bahwa fungsi cawapres itu ada dua. Yang pertama adalah untuk menambah elektabilitas. Kemudian yang kedua adalah menjadi pasangan kandidat itu sendiri.
Semasa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ketika memilih Jusuf Kalla (JK), tambahnya, lantaran faktor Indonesia timur. Jokowi pada periode pertama juga sangat mungkin demikian. Tetapi untuk periode kedua, dicari yang nyaman. Figur yang dianggap tidak akan mengganggu kinerja presiden.
“Lebih smooth-nya hanya menjalankan tugas sebagai wakil presiden. Jadi kalau presiden tidak berhalangan ya cukup standby. Undang-undangnya juga mengatakan begitu. Jadi seperti Kiai Ma’ruf itu standby,” ucap Hendri Satriyo.
Berbicara mengenai kriteria, sambung Hensat, sejumlah 61,3 persen masyarakat menginginkan perubahan. Itu berdasarkan survei KedaiKOPI yang dirilis belum lama ini. Perihal nama-nama yang muncul cukup beragam.
Khususnya cawapres pasangan Anies Baswedan, menurut Hensat, kebutuhannya adalah untuk memperkuat pemerintahan. Kemudian juga untuk memperkuat Koalisi Perubahan. Dan tentu bisa menambah elektabilitas sebagai pasangan calon (paslon).
Menurut Hensat, dibutuhkan sosok cawapres yang tidak gampang menginjak rem dan kopling untuk mendampingi Anies Baswedan. Sebab Anies menghadapi dua pertandingan.
Pertandingan pertama, kata dia, adalah fase sekarang ini. Yakni sebelum pertandingan asli menuju pemilihan presiden (pilpres) 2024.
“Sekarang saja kuyo-kuyonya luar biasa. Gangguan dan tantangannya luar biasa. Apalagi nanti dalam pelaksanaan pilpres 2024. Maka dibutuhkan sosok yang tidak gampang injak rem dan kopling,” ucap Hensat.
Untuk menemukan sosok yang demikian, sambungmya, tentu tidak mudah. Bahkan sosok cawapres tersebut juga harus siap kalau tiba-tiba ruang kerjanya digeledah. Sosok yang demikian tengah dicari oleh Anies. Meski beredar kabar namanya sudah di kantong.
Sumber: kbanews.com


