PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk Raih Pendapatan Rp24 Triliun
PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) membukukan total pendapatan senilai Rp24,03 triliun pada semester I-2026, atau melonjak 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pencapaian kinerja keuangan emiten telekomunikasi ini dilansir dari Investor Daily pada Rabu (12/8/2026). Selain pendapatan, EBITDA yang dinormalisasi juga meningkat 19 persen secara tahunan menjadi Rp11,05 triliun dengan margin sebesar 46 persen.
Pertumbuhan pendapatan perseroan didorong oleh kenaikan konsumsi data dan stabilitas rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) campuran yang naik menjadi Rp47,1 ribu. Trafik layanan data ikut terkerek 19 persen menjadi 7.934 Petabytes akibat tingginya aktivitas digital masyarakat.
Meski demikian, EXCL masih membukukan kerugian bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp994 miliar hingga paruh pertama tahun ini. Angka kerugian tersebut menyusut 22,8 persen dibandingkan rugi bersih semester I-2025 yang mencapai Rp1,22 triliun.
Secara kuartalan, kerugian bersih perseroan pada kuartal II-2026 tercatat sebesar Rp277 milar. Jumlah ini menunjukkan penyusutan sebesar 61,37 persen dari kerugian kuartal sebelumnya yang menyentuh Rp717 miliar.
Sementara itu, laba bersih yang dinormalisasi melesat hingga 294 persen secara tahunan menjadi Rp2,73 triliun. Hal tersebut mencerminkan penguatan profitabilitas perusahaan seiring berkurangnya biaya integrasi serta percepatan realisasi sinergi pasca-merger.
Presiden Direktur & CEO XL Smart, Rajeev Sethi menjelaskan bahwa paruh pertama tahun 2026 menjadi periode krusial bagi langkah optimalisasi perusahaan.
"Ini tercermin dari pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan, ditopang konsumsi data yang sehat dan ARPU yang terus menguat, serta momentum komersial yang terus membaik lewat pengalaman pelanggan yang semakin kuat dan adopsi 5G yang meluas," jelas Rajeev Sethi, Presiden Direktur & CEO XL Smart.
Manajemen emiten telekomunikasi ini selanjutnya akan tetap fokus menuntaskan seluruh proses integrasi dari aksi korporasi penggabungan usaha tersebut.
Ke depan, XL Smart fokus menyelesaikan integrasi sekaligus memastikan seluruh kekuatan hasil merger. Bukan hanya itu, perseroan juga mengonsolidasikan site dan efisiensi operasional yang mendorong ekspansi margin EBITDA, dapat diterjemahkan menjadi kualitas jaringan yang semakin baik, layanan 5G blanket coverage yang semakin luas, serta pengalaman digital yang semakin relevan bagi pelanggan tambah Rajeev Sethi, Presiden Direktur & CEO XL Smart.
Dari aspek infrastruktur jaringan, sekitar 92 persen site telah terintegrasi dan 15 ribu site duplikasi telah dibongkar untuk menekan biaya operasional. Total BTS perusahaan kini tumbuh 26 persen secara tahunan menjadi 265.442 unit, dengan setengah penambahan fokus di luar Pulau Jawa seperti Sulawesi dan Kalimantan.
Realisasi sinergi kotor hasil penggabungan usaha ini mencapai US$153 juta sepanjang semester I-2026. Nilai ini meningkat tiga kali lipat dari perolehan periode yang sama tahun lalu sebesar US$48 juta.
Ekspansi jaringan 5G dengan metode selimut (blanket coverage) kini telah menjangkau 52 kota berkat sokongan sekitar 15 ribu BTS 5G. Jaringan generasi kelima ini telah memberikan kontribusi trafik sebesar 27 persen dari total pertumbuhan trafik keseluruhan.
Pada lini komersial, aplikasi digital perusahaan seperti myXL, AxisNet, dan mySF kini menyentuh angka 36 juta pengguna aktif bulanan. Guna mendongkrak utilitas data, EXCL berkolaborasi dengan Google menyediakan layanan Gemini AI Plus dan penyimpanan awan tanpa biaya tambahan.
Hingga akhir Juni 2026, total utang kotor perusahaan turun menjadi Rp20,87 triliun dengan rasio utang bersih terhadap EBITDA sebesar 2,61 kali. Emiten ini tercatat tidak memegang utang dalam mata uang dolar AS, sedangkan belanja modal yang telah dikapitalisasi mencapai Rp10,27 triliun.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow