Koneksi 5G Tetap Bisa Mengalami Gangguan Akibat Latensi dan Beban Jaringan

Smallest Font
Largest Font

Kehadiran jaringan 5G tidak serta-merta menjamin aktivitas digital seperti video call, streaming, dan game online berjalan tanpa hambatan. Setiap aktivitas membutuhkan parameter jaringan yang berbeda untuk dapat beroperasi secara optimal. Pengalaman internet tidak semata-mata bergantung pada kecepatan unduh.

Faktor lain seperti latensi, jitter, packet loss, kapasitas jaringan, hingga kualitas unggah turut menentukan kelancaran akses, sebagaimana dilansir dari Detik iNET. Layanan streaming video sangat mengandalkan bandwidth yang stabil agar pemutaran video beresolusi tinggi tidak terhenti. Di sisi lain, video call membutuhkan keseimbangan antara kecepatan unduh dan unggah serta latensi yang rendah.

Untuk game online, stabilitas respons jaringan jauh lebih krusial dibandingkan sekadar angka kecepatan unduh. Data Opensignal menunjukkan bahwa latensi, jitter, dan packet loss berdampak langsung pada kecepatan respons permainan real-time.

Faktor Penyebab Gangguan pada Akses 5G

Saat melakukan video call, perangkat harus terus mengunggah data audio dan video ke server. Jika jalur unggah terganggu atau latensi tinggi, tampilan video lawan bicara dapat membeku dan percakapan mengalami jeda. Pada layanan streaming, sistem biasanya menerapkan adaptive bitrate streaming (ABR) yang menyesuaikan kualitas gambar dengan kondisi jaringan. Ketika kapasitas koneksi turun drastis, pemutaran video dapat berfluktuasi hingga mengalami buffering.

Selain masalah pada aplikasi, sinyal penuh pada layar smartphone tidak menandakan kapasitas pemancar seluler sedang longgar. Kepadatan pengguna di lokasi ramai seperti stadion atau pusat perbelanjaan dapat menekan performa jaringan, terutama pada latensi dan upload. Jalur koneksi setelah keluar dari jaringan operator menuju server aplikasi juga memengaruhi responsivitas. Jarak geografis server game online, misalnya, dapat menimbulkan lag meskipun koneksi dari ponsel ke BTS dalam kondisi sangat baik.

Kualitas 5G di Indonesia

Laporan Opensignal periode Desember 2025 mencatat pengalaman bermain game di jaringan 5G Indonesia masuk kategori Excellent untuk seluruh operator utama. Telkomsel mencatatkan skor 88,9, XL meraih 88,8, dan IM3 mendapat 87,7.

Pada kategori 5G Video Experience, Telkomsel meraih skor 74,4, XL sebesar 72,4, dan IM3 mencapai 71,8. Angka tersebut menunjukkan bahwa pengguna di Indonesia rata-rata dapat menikmati streaming hingga kualitas 1080p dengan gangguan minimal.

Langkah Mengatasi Kendala Jaringan

Pengguna yang mengalami hambatan saat terhubung ke jaringan 5G dapat melakukan beberapa langkah perbaikan mandiri:

  • Pindah ke lokasi yang lebih terbuka untuk menghindari gangguan fisik atau area padat pengguna.
  • Lakukan pemulihan koneksi dengan mengaktifkan Mode Pesawat selama beberapa detik lalu mematikannya kembali.
  • Periksa performa kecepatan unggah (upload), terutama jika kendala terjadi saat melakukan video call.
  • Pilih server game yang berlokasi paling dekat untuk meminimalkan tingginya angka latensi.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed