Warren Buffett Peringatkan Spekulasi Pasar Saham dan Sektor AI
Investor legendaris Warren Buffett memberikan peringatan keras terkait maraknya spekulasi di pasar saham serta lonjakan biaya pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) pada Sabtu (25/7/2026), sebagaimana dilansir dari Investor Daily yang mengutip laporan CNBC internasional.
"Sangat sulit menemukan harga saham yang masuk akal ketika semua orang lebih memilih berjudi," ujar Pimpinan Berkshire Hathaway Warren Buffett.
Buffett, yang telah mengundurkan diri dari jabatan CEO awal tahun ini, menilai dinamika pasar modal saat ini lebih memihak kepada para spekulan daripada investor jangka panjang.
"Manusia sangat suka berjudi. Bahkan, uang yang berputar untuk memfasilitasi para penjudi kini jauh lebih besar daripada yang dialokasikan untuk mendidik investor sejati," tegas Buffett.
Sikap kehati-hatian tersebut tecermin dari cadangan kas Berkshire Hathaway yang menembus rekor US$ 380 miliar atau sekitar Rp 6.100 triliun pada akhir Maret 2026. Sementara itu, Chief Investor Black Bear Value Partners Adam Schwartz menilai pesan Buffett merupakan imbauan agar investor tetap memperhatikan fundamental perusahaan.
"Buffett selalu percaya pada akhirnya fundamental perusahaan tetap menjadi yang utama. Sayangnya, modal investor saat ini lebih mengejar sensasi dibanding arus kas (cash flow)," kata Chief Investor Black Bear Value Partners Adam Schwartz.
Di sisi lain, Buffett menyoroti belanja modal besar-besaran perusahaan raksasa teknologi seperti Meta, Microsoft, dan Alphabet untuk pusat data dan mikroprosesor AI yang berisiko menggerus arus kas.
"Itu uang nyata. Itulah permainan yang sedang mereka jalankan sekarang, berbeda dengan saat mereka sekadar mengembangkan perangkat lunak (software)," ujar Buffett.
Meski mengkhawatirkan tingginya pengeluaran sektor AI, Berkshire Hathaway mengonfirmasi telah menambah porsi kepemilikan saham di Alphabet hingga mencapai US$ 20,5 miliar per 31 Maret 2026, serta menyuntikkan dana tambahan US$ 10 miliar pada Juni 2026 melalui private placement.
"Berdasarkan rekam jejaknya, saya menilai Alphabet memiliki peluang menang lebih tinggi dibanding 90% hingga 95% produk yang diperjualbelikan di Wall Street," terang Buffett.
Suntikan dana tersebut membuat nilai investasi Berkshire di Alphabet mendekati US$ 31 miliar dan menjadikannya aset terbesar ketiga di portofolio perusahaan setelah Apple dan American Express.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow