Satu Tiga Warga Inggris Menyesal Tak Beli Emas Saat Harga Naik 128 Persen

Smallest Font
Largest Font

Sebanyak satu dari tiga warga dewasa di Inggris mengaku menyesal tidak berinvestasi pada emas selama lima tahun terakhir saat harganya melonjak hingga 128 persen, sebagaimana dilansir dari Investor Daily berdasarkan studi dari lembaga pembuat koin The Royal Mint pada Kamis (20/8/2026). Riset tersebut juga mencatat penyesalan serupa pada aset perak, di mana hampir 30 persen responden merasa melewatkan peluang keuntungan dari kenaikan harga perak yang mencapai sekitar 126 persen dalam kurun waktu yang sama. Kondisi ini dipicu oleh ketidakpastian finansial yang merata, dengan 73 persen warga cemas akan dampak konflik global serta ketidakstabilan ekonomi terhadap nilai mata uang, sementara dua pertiga responden merasa khawatir akan masa depan keuangan mereka secara keseluruhan.

Selain itu, sebanyak 53 persen masyarakat merasa ragu menentukan tempat penyimpanan uang yang paling aman, padahal rasa penyesalan melewatkan investasi logam mulia ini tercatat lebih tinggi dibandingkan aset Bitcoin yang hanya disesali oleh 20 persen responden.

Kendati demikian, The Royal Mint menemukan hanya 25 persen warga Inggris yang berencana mengalokasikan tabungan mereka ke emas atau perak dalam lima tahun mendatang, sementara 60 persen responden lebih memilih menyimpan dana di rekening giro. Data tersebut juga memperlihatkan bahwa hanya 8 persen orang dewasa di Inggris yang memanfaatkan emas sebagai sarana menyimpan tabungan selama lima tahun terakhir, dan hanya 3 persen yang memilih aset perak.

"Ini merupakan periode yang luar biasa bagi emas, dan penelitian ini menunjukkan bahwa banyak orang dewasa di Inggris merenungkan peluang yang mungkin telah mereka lewatkan, mengingat emas dan perak telah memberikan imbal hasil yang sangat kuat," kata Stuart O'Reilly, Konsultan Kekayaan Pribadi di Royal Mint. O'Reilly menekankan bahwa pemahaman finansial memegang peranan krusial agar masyarakat dapat menempatkan aset secara tepat dalam perencanaan keuangan jangka panjang.

"Namun, investasi bukan sekadar menengok ke belakang atau mengejar kinerja masa lalu; investasi adalah tentang memahami peran berbagai aset dalam strategi keuangan jangka panjang yang terdiversifikasi. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya peningkatan pemahaman keuangan, agar lebih banyak orang dapat mengambil keputusan yang tepat mengenai bagaimana emas dapat berperan dalam rencana keuangan mekeik secara keseluruhan," ujar Stuart O'Reilly, Konsultan Kekayaan Pribadi di Royal Mint. Prospek jangka panjang bagi investasi logam mulia dinilai tetap solid berkat dorongan permintaan dari bank sentral serta dinamika geopolitik global. "Permintaan yang berkelanjutan dari bank sentral, ketidakpastian geopolitik, tekanan fiskal, dan kebutuhan akan diversifikasi terus memberikan dukungan yang bersifat struktural," kata Stuart O'Reilly, Konsultan Kekayaan Pribadi di Royal Mint.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed