Volkswagen Rencanakan Pemangkasan Ratusan Ribu Pekerja dan Penutupan Pabrik

Smallest Font
Largest Font

Raksasa otomotif Jerman Volkswagen kini menghadapi tekanan restrukturisasi besar-besaran setelah CEO Oliver Blume dilaporkan mempertimbangkan pemangkasan hingga 100.000 pekerja dan penutupan beberapa pabrik di Jerman guna mengatasi kemerosotan margin dan penjualan, khususnya di pasar China. Langkah efisiensi radikal ini dipicu oleh penurunan kinerja keuangan yang signifikan pada paruh pertama tahun ini, di mana laba bersih produsen mobil tersebut dilaporkan anjlok sebesar 28,4 persen menjadi 1,56 miliar euro. Meskipun demikian, dewan pengawas perusahaan dikabarkan telah menolak rencana penutupan empat pabrik utama di Jerman, yaitu di Emden, Hannover, Zwickau, dan pabrik Audi di Neckarsulm.

Untuk meredam gejolak, manajemen Volkswagen dilaporkan tengah mencari solusi alternatif, termasuk kemungkinan menjajaki kerja sama produksi dengan produsen mobil listrik asal China di lokasi-lokasi yang terancam tersebut.

Sementara itu, khusus untuk pabrik berukuran lebih kecil di Osnabrück yang dijadwalkan tutup tahun depan, Volkswagen dikabarkan sedang melakukan pembicaraan lanjutan dengan perusahaan pertahanan asal Israel, Rafael, untuk mengalihfungsikan fasilitas tersebut. Sebagai informasi tambahan terkait dinamika industri di Jerman, salah satu pemasok komponen otomotif terkemuka, ZF Friedrichshafen, juga tengah didera konflik internal setelah pihak manajemen berencana menghapus tunjangan legendaris Zeppelin-Zulage.

"Die Zeit der Kompromisse muss endlich vorbei sein" kata salah satu petinggi VW yang dikutip oleh jurnalis Michael Freitag dari Manager Magazin terkait ketegangan antara dewan direksi dan dewan pekerja. Pernyataan keras tersebut segera mendapat respons dari pihak perwakilan pekerja yang bertekad untuk mempertahankan hak-hak karyawan di tengah badai efisiensi ini.

"Wir wollen Leistung belohnen – nicht den Gang durchs Drehkreuz" kata seorang manajer ZF menanggapi penolakan serikat pekerja terhadap penghapusan tunjangan tersebut. Hingga saat ini, perselisihan mengenai masa depan tunjangan di ZF Friedrichshafen masih terus bergulir tanpa kesepakatan final antara kedua belah pihak. "Intelligente Lösungen sind immer besser, als ein Werk zu schließen" kata CEO Volkswagen Oliver Blume dalam sebuah wawancara internal dengan karyawan mengenai spekulasi nasib pabrik-pabrik yang terancam ditutup.

Manajemen Volkswagen saat ini terus mengkaji berbagai opsi rasionalisasi biaya operasional sebelum merilis laporan kinerja keuangan tengah tahunan secara lengkap pada 23 Juli mendatang.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed