UEFA dan Konfederasi Sepak Bola Tolak Rencana Investasi FIFA
UEFA dan Asya Futbol Konfederasyonu (AFC) menolak tegas usulan badan sepak bola dunia FIFA untuk menjual saham hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta pada Kamis, 30 Juli 2026. Penolakan luas ini memicu potensi boikot turnamen internasional.
Melalui rencana bernama FIFA Forward Enterprise (FFE), FIFA berambisi menjual hingga 20 persen saham struktur komersial barunya demi meraup dana segar sebesar 4,2 miliar dolar AS dari total valuasi perusahaan yang mencapai 20 miliar dolar AS.
Ancaman boikot paling keras disuarakan oleh UEFA setelah menggelar rapat darurat bersama 55 federasi anggotanya. Organisasi sepak bola Eropa tersebut menuntut FIFA membatalkan proyek tersebut secara mengikat.
"Proposisi ini menolak secara bulat dan jelas," tegas UEFA.
Konfederasi Eropa itu menekankan bahwa hak penyelenggaraan turnamen tidak boleh dijadikan komoditas komersial belaka.
"Selama proposal ini tetap ada di atas meja, tidak ada tim nasional UEFA yang akan berpartisipasi dalam kompetisi FIFA," tegas UEFA.
Eropa juga menegaskan prinsip dasar sepak bola yang tidak dapat diperjualbelikan.
"Piala Dunia tidak dapat dilihat sebagai produk investasi. Piala Dunia tidak dijual," kata UEFA.
Penolakan serupa disampaikan Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa, Presiden AFC, melalui surat resminya kepada 47 federasi anggota di Asia. Ia mengecam langkah sepihak FIFA yang merilis rencana tanpa konsultasi terlebih dahulu.
"Sangat cemas dan kecewa," ujar Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa, Presiden AFC.
Ia juga meminta negara-negara anggota Asia untuk menahan diri dan tidak mengambil keputusan apapun terkait proposal tersebut.
"Sangat tidak dapat diterima," kata Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa, Presiden AFC.
Penolakan turut meluas ke ranah politik Jerman, di mana politisi SPD Sascha Binder mendesak Deutscher Fußball-Bund (DFB) untuk melarang Presiden FIFA memasuki seluruh stadion di Jerman.
"Setelah serangkaian kesalahan dan keputusan fatal, titik terendah terbaru adalah usulan Infantino untuk menjual hak komersial Piala Dunia kepada investor. Untuk memberikan pesan simbolis, saya meminta Anda menerapkan larangan stadion di tingkat nasional bagi Gianni Infantino di seluruh klub sepak bola Jerman. Ini memperjelas bahwa klub dan DFB tidak lagi membiarkan orang-orang yang bertindak semata-mata demi kepentingan lain merusak sepak bola, yang tidak ada hubungannya lagi dengan olahraga ini," tulis Sascha Binder, Politisi SPD.
Merespons gelombang kritik tersebut, Presiden FIFA Gianni Infantino memberikan klarifikasi melalui rekaman video bahwa FFE masih sebatas wacana terbuka.
"FIFA Forward Enterprise sebenarnya adalah sebuah proposal, sebuah penawaran," kata Gianni Infantino, Presiden FIFA.
Ia menambahkan bahwa pihaknya siap membuka ruang dialog bagi seluruh pihak yang berkeberatan.
"Ini adalah bagian dari proses demokratis. Pertama-tama, ini adalah sebuah peluang, bukan kewajiban. Kami merasa ini adalah tanggung jawab kami untuk menyampaikan proposal ini dan kami senang dapat berbicara dengan semua orang mengenai hal ini," ujar Gianni Infantino, Presiden FIFA.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow