AchmadNurHidayat.ID — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyeru warga untuk menjaga kebebasan yang menurutnya diwariskan para pendiri bangsa pada peringatan 250 tahun. Pidato itu disampaikan di Gunung Rushmore, malam menjelang Hari Kemerdekaan, di hadapan pendukungnya.
Dalam pidato yang panjang dan penuh retorika, Trump menuduh adanya kebangkitan “ancaman komunis” yang menurutnya datang dari kelompok Demokrat progresif dan “para pendatang baru” yang mengadopsi gagasan yang bertentangan dengan cara hidup Amerika.
Serangan Terhadap Kelompok Progresif
“Kita berdiri di bawah monumen para pahlawan ini, sekelompok orang luar biasa yang sulit dipercaya. Kita mendedikasikan kembali diri kita untuk menjadi bangsa yang besar, berani, mulia, dan seagung para raksasa Amerika ini. Itu tidak mudah, tetapi kita akan melakukannya,” ujar Trump di pegunungan granit South Dakota, tempat empat kepala presiden dipahat.
Ia menegaskan, “Saat ini ada kebangkitan ancaman komunis di tanah air kita, termasuk dari para pendatang baru yang menganut ide-ide yang sepenuhnya bertentangan dengan cara hidup dan kesuksesan besar kita. Kita tidak akan membiarkan hal ini terjadi.”
Trump mengaitkan narasi antikomunis dengan isu anti-imigran, menyebutkan bahwa kelompok pendatang yang ia kritik harus diusir. “Kita bertekad dan bersumpah agar didengar oleh semua orang, bahwa warga Amerika Serikat akan melenyapkan komunisme dengan cepat… kita akan mengusir mereka dengan segera, dan kita akan terus membangun negara kita menjadi lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat dari sebelumnya. Amerika tidak akan pernah menjadi negara komunis!”
Konteks Politik Dalam Negeri
Pidato tersebut datang di tengah kekhawatiran Partai Republik terkait pergeseran politik di internal Demokrat. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah kandidat progresif, termasuk sosialis demokratis, tercatat meraih kemenangan primer di berbagai negara bagian.
Trump menyinggung kemenangan kandidat-kandidat sayap kiri itu sebagai ancaman besar bagi masa depan politik Amerika. Ia menekankan pentingnya mempertahankan kendali jelang pemilu sela pada November 2026, dengan peringatan, “Kita hanya bisa kalah dalam pemilu sela jika kita membiarkan diri kita sendiri kalah.”
Situasi Publik dan Agenda Perayaan
Pidato di Gunung Rushmore merupakan bagian dari rangkaian perayaan Fourth of July. Trump juga dijadwalkan berbicara di National Mall pada hari Sabtu sebelum pertunjukan kembang api besar-besaran dimulai.
Perayaan tahun ini berlangsung di tengah gelombang panas ekstrem yang mengganggu acara di sejumlah wilayah. Kontras dengan kondisi tersebut, suhu di Gunung Rushmore dilaporkan relatif sejuk, sekitar 18°C.
Isu ekonomi seperti inflasi berkepanjangan dan tingginya harga bahan bakar turut menjadi latar saat Trump mengeraskan retorika politiknya. Ia mengangkat tema itu pada momen ketika ketegangan regional, termasuk konflik yang melibatkan sejumlah negara, turut mempengaruhi kondisi sosial dan ekonomi di dalam negeri.
Ikuti AchmadNurHidayat.ID
