Tim ITS Kembangkan Mobil Listrik Otonom dengan Sensor Canggih di Indonesia
Dr Rudy Dikairono ST MT dan tim dari Departemen Teknik Elektro ITS mengembangkan teknologi mobil listrik tanpa pengemudi di Indonesia, dilansir dari Detikcom.
Mobil listrik ini dapat beroperasi dalam dua mode, manual dan otonom, dengan sistem yang menggantikan ADAS bawaan mobil. Tim fokus mengembangkan fitur otonom pada mobil listrik yang sudah beredar di Indonesia.
"Untuk mobil yang sudah memiliki ADAS (Advanced Driver Assistance System) seperti ini, kita lakukan pergantian sistemnya dengan kita matikan ADAS bawaan dari mobilnya," ujar Rudy.
Implementasi pada mobil listrik dinilai lebih mudah karena integrasi sistem elektroniknya. Tim menghadirkan solusi otonom yang inklusif dan terjangkau.
"Kami ingin menghadirkan solusi otonom yang lebih inklusif dan terjangkau," ungkap Rudy, pakar robotika dan sistem cerdas ITS.
Sistem otonom ini memakai konsep modular dengan sensor LiDAR untuk mengukur jarak dan GPS untuk peta, sehingga mobil bisa mengenali lingkungan dan menentukan rute sendiri.
"Sistem kami membuat mobil mampu mengenali lingkungan dan menentukan rute secara mandiri," jelas Rudy.
Mobil juga dapat menentukan titik tujuan dan jalur perjalanan secara otomatis serta menyesuaikan rute sesuai kondisi jalan.
Tim telah menguji sistem di lingkungan kampus ITS dengan memperhatikan regulasi Indonesia. Hasilnya, kendaraan mampu mendeteksi hambatan dan merespons secara adaptif.
"Kami terus meningkatkan aspek keamanan agar kendaraan semakin responsif terhadap kondisi jalan," kata Manajer Senior STP ICT dan Robotika ITS.
Ke depan, tim berencana mengembangkan kemampuan manuver menyalip dan penyesuaian kecepatan otomatis. Sistem ini juga akan diaplikasikan pada sektor pertanian dan industri.
"Kami terbuka untuk kolaborasi dengan industri agar inovasi ini bisa diimplementasikan lebih luas," tutup Rudy.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow