Tim CdM Libatkan WNI di Japan Jelang Asian Games 2026
Tim Chef de Mission (CdM) memaksimalkan dukungan sekitar 28.000 warga negara Indonesia di Aichi-Nagoya, Jepang, untuk membantu kebutuhan kontingen Merah Putih dalam ajang Asian Games 2026. Skema pelibatan warga tersebut disampaikan oleh Wakil CdM Asian Games Harry Warganegara saat meninjau pemusatan latihan nasional soft tenis di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Sport.
Indonesia dijadwalkan menurunkan sebanyak 432 atlet yang akan bertanding dalam 35 cabang olahraga pada pesta olahraga empat tahunan tersebut. Selain memberikan dukungan langsung kepada para atlet, warga lokal juga diproyeksikan mengisi peran-peran teknis di lapangan.
"Kami sudah berkomunikasi dengan masyarakat Indonesia di Nagoya dan nantinya akan melibatkan mereka sebagai relawan untuk membantu kontingen, misalnya dalam arrival-departure, transportasi, maupun kebutuhan lainnya," kata Wakil CdM Asian Games, Harry Warganegara.
Guna memfasilitasi kebutuhan seluruh anggota kontingen dan tempat berkumpul masyarakat, pihak penanggung jawab juga menyiapkan sarana khusus di lokasi penyelenggaraan.
"Kalau sebelum bertanding mungkin tidak boleh. Tetapi setelah selesai bertanding, sebelum kembali ke Indonesia, kami berharap atlet dan ofisial bisa mampir ke Rumah Indonesia untuk menikmati makanan khas Indonesia yang dibuat oleh orang-orang Indonesia di Nagoya," tutur Harry Warganegara.
Pendirian Rumah Indonesia tersebut bakal menjadi pusat aktivitas Komite Olimpiade Indonesia (KOI), tim CdM, atlet, ofisial, hingga pendukung. Di sana, katering lokal disiapkan untuk menyajikan makanan khas Nusantara dengan tetap memperhatikan aturan ketat masuknya bahan pangan olahan di Jepang.
"Sedangkan soal hal-hal teknis, khususnya seperti yang ada di soft tenis ini, kami serahkan kepada cabang olahraga, pengurus, dan pelatih. Tugas kami lebih kepada memastikan kebutuhan nonteknis atlet dan ofisial dapat terpenuhi dengan baik," jelas Harry Warganegara.
Dalam upaya memastikan kesiapan fisik dan sarana pendukung, tim CdM bersama KOI tercatat telah meninjau sekitar 20 hingga 21 cabang olahraga. Peninjauan tersebut mendeteksi berbagai variasi kebutuhan tiap cabor, mulai dari penyesuaian jadwal keberangkatan, penyediaan perlengkapan, hingga lokasi pertandingan.
"Untuk keberangkatan dan kebutuhan utama kontingen, pemerintah sudah menyiapkannya. Tinggal memastikan semuanya terdistribusi dengan baik. Informasi dari Pak CdM dan Kemenpora, paling lambat dalam minggu-minggu ini semuanya sudah terdistribusi," ujar Harry Warganegara.
Koordinasi teknis antarlembaga terus dimatangkan hingga tahap akhir penyusunan daftar atlet. Hal itu mencakup pendaftaran sport entry, verifikasi data paspor atlet, penyediaan seragam, hingga pemenuhan logistik keberangkatan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow