Thailand Ungguli Timnas Putri U16 Indonesia 1-0 Babak Pertama Final
Tim nasional U-16 putri Indonesia tertinggal 0-1 dari Thailand pada babak pertama partai puncak Srikandi Merdeka Cup 2026 di Stadion Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (23/8/2026) malam WIB.
Gol tunggal yang memecah kebuntuan skuad lawan tercipta lewat eksekusi bola mati yang dilesakkan oleh Kawinthida Kikuntod pada menit ke-23, meskipun Garuda Pertiwi sempat menguasai alur bola hingga 53 persen.
Sebelum melangkah ke laga penentu gelar, Indonesia menundukkan Yordania tiga gol tanpa balas pada semifinal yang berlangsung Jumat (21/8/2026), melalui gol Kesya Arabela Manisya Nian, Jazlyn Kayla Firyal, dan Fadilla.
Pelatih kepala Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann, menilai pencapaian anak asuhnya menembus final merupakan fondasi penting bagi pembinaan sepak bola wanita usia muda di tanah air.
"Saya selalu mau mencetak pemain karena mencetak pemain itu jangka panjang. Kalau sampai kami juara pun pialanya itu bonus," kata Timo Scheunemann.
Pengembang talenta muda berlisensi UEFA A tersebut menganggap keberhasilan membentuk kemampuan teknis serta mental pemain jauh lebih berharga daripada raihan trofi secara formal.
"Piala saya sesungguhnya itu semua pemain-pemain saya. Mereka itu piala piala berjalan," katanya.
Menurut rekam jejaknya, pengembangan sektor putri Indonesia baru berjalan intensif dalam kurun tiga tahun terakhir, berbanding jauh dengan Thailand yang telah membina iklim sepak bola wanita selama tiga dekade.
"Ya kami tahun lalu membuat sejarah bisa lolos grup (Piala AFF Wanita U-16). Sebelumnya tidak ada tim nasional kelompok umur Indonesia yang bisa lolos grup. Tahun lalu kami lakukan itu di AFF dan di semifinal ketemu Australia. Kami ditekan tetapi kita bisa mencapai hasil yang respectable," terangnya.
Timnas Indonesia kerap menelan kekalahan besar saat berhadapan dengan wakil Australia pada berbagai kelompok umur di masa lalu.
"Sebelum-sebelumnya kalau lawan Australia, apa pun senior sampai kelompok umur itu dua digit gitu ya, kita hanya kalah tiga kosong. Anak-anak kerja keras luar biasa, kedisiplinan defense-nya sangat membanggakan," ujar Timo.
Perkembangan permainan juga terlihat saat menghadapi kekuatan kawasan seperti Vietnam pada kompetisi tingkat regional.
"Kemudian kami main di tempat ketiga lawan Vietnam juga belum pernah kami come close, belum pernah. Kami sampai main satu-satu akhirnya ujung-ujungnya kalah penalti. Tetapi hasil pertandingannya satu-satu.
Oke kita masih sedikit di bawah Vietnam jujur aja. Tetapi kita sudah mendekati yang tadinya kalah delapan nol, dua belas nol, kita sudah mendekati bisa satu-satu lawan Vietnam," jelasnya.
Pertemuan pada babak final Srikandi Merdeka Cup 2026 menjadi momen perdana bagi skuad Garuda Pertiwi U-16 untuk menjajal kekuatan Thailand secara langsung.
"Jadi yang belum ketemu Thailand. Makanya saya ingin anak-anak bisa merasakan trisula itu. Karena power house-nya yang ada di sekitar kita kan Thailand, Vietnam dan Australia. Jadi kalau mereka main lawan Thailand itu sebuah pengalaman yang luar biasa dan itu yang kita cari," imbuhnya.
Gelandang Garuda Pertiwi, Shifana Rizka Nadhifa, mengungkapkan bahwa keberhasilan melangkah hingga ke laga puncak dipicu oleh kedisiplinan serta pemusatan latihan yang intensif.
"Pastinya kami semua sangat senang dengan kemenangan hari ini, ini adalah hasil kerja keras kami selama training center dan kami bisa masuk final," ujar Shifana.
Di sisi lain, kekalahan Yordania pada laga semifinal diwarnai dengan kartu merah yang diterima oleh pemain tengah mereka, Leen Anzour Munir Soubar, pada babak kedua.
"Pertandingan terasa lebih berat setelah kartu merah, tapi tim tetap bermain kompak saat menyerang maupun ketika bertahan," ungkap Luna.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow