Spanyol Bungkam Prancis Dua Nol untuk Melaju ke Final Piala Dunia
Tim nasional Spanyol berhasil mengamankan tiket ke babak final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Prancis dengan skor 2-0 pada pertandingan semifinal yang berlangsung di Arlington, Texas, dekat Dallas, pada Selasa, 14 Juli 2026.
Kemenangan skuad asuhan Luis de la Fuente ini dipastikan melalui eksekusi penalti Mikel Oyarzabal pada menit ke-22 dan tembakan Pedro Porro pada menit ke-58, sekaligus mengakhiri rekor kemenangan beruntun Prancis di turnamen ini.
Hasil ini sekaligus menjadi kado ulang tahun ke-19 yang istimewa bagi penyerang muda Spanyol, Lamine Yamal, yang merayakan hari lahirnya satu hari sebelum pertandingan dimulai.
Pelanggaran keras Lucas Digne terhadap Yamal di dalam kotak penalti menjadi awal mula keunggulan Spanyol setelah dieksekusi dengan sempurna oleh Oyarzabal untuk mencetak gol ke-30 dalam karier internasionalnya.
Memasuki babak kedua, kerja sama apik antara Pedro Porro dan Dani Olmo berhasil menggandakan keunggulan La Roja setelah Porro melepaskan tembakan akurat yang gagal dihalau kiper Mike Maignan.
Kemenangan ini memperpanjang rekor tidak terkalahkan Spanyol dalam waktu normal menjadi 37 pertandingan berturut-turut sejak Maret 2024 sekaligus menandai final kedua mereka sepanjang sejarah Piala Dunia.
Pelatih tim nasional Spanyol mengungkapkan kepuasan mendalam atas performa kolektif anak asuhnya yang mampu meredam barisan penyerang bintang lawan.
"We were up against one of the best national teams in the world, but today, they were facing the best team in the world," ujar Luis de la Fuente, pelatih Spanyol.
Spanyol kini tinggal menunggu pemenang antara juara bertahan Argentina atau Inggris untuk dihadapi pada partai puncak di East Rutherford, New Jersey, pada hari Minggu mendatang.
Gelandang andalan Spanyol menegaskan bahwa target timnya kini sepenuhnya terfokus untuk membawa pulang trofi paling bergengsi tersebut.
"So difficult to get to this moment, but we want more. We want to win this World Cup," kata Rodri, gelandang Spanyol.
Sementara itu, kekalahan ini membuat Prancis gagal menyamai rekor mencapai tiga final Piala Dunia secara beruntun dan mereka harus puas berlaga di perebutan tempat ketiga di Miami Gardens, Florida.
Pelatih Prancis yang akan segera meninggalkan jabatannya mengakui ketangguhan pertahanan lawan serta beberapa kesalahan teknis yang dilakukan skuadnya.
"Spain has been able to defend well. They’ve closed out all the spaces and also we’ve made some technical mistakes. So it is difficult to create problems when the technical level is below standard," ujar Didier Deschamps, pelatih Prancis.
Kekecewaan juga dirasakan oleh kapten Prancis yang menilai bahwa kebebasan menguasai bola yang diberikan kepada Spanyol menjadi salah satu faktor kunci kegagalan timnya.
"It’s a team who loves to have control of the game, control of the ball. That’s what we let them do. It’s difficult when you don’t change the play of Spain," kata Kylian Mbappé, penyerang Prancis.
Sebelum laga semifinal ini, Yamal sempat mengutarakan ambisi pribadinya untuk merayakan hari ulang tahunnya dengan melangkah ke partai puncak di New York.
"Hadiah ulang tahun terbaik buat saya adalah menang besok dan pergi ke New York," ujar Lamine Yamal, penyerang Spanyol.
Pujian terhadap performa matang Yamal juga ramai diberikan oleh warganet di media sosial, salah satunya mengapresiasi kedewasaan sikap pemain Barcelona tersebut saat menghadapi tekanan fisik di lapangan.
"Nama Yamal ternyata menakutkan buat para Bek Prancis. Terbukti dia dikawal 2 sampe 3 bek . Dan mengacaukan sisi kiri pertahanan Prancis. The next superstar," kata @arqanze93492.
"Permainan dan sikapnya makin dewasa. Dilanggar keras dia tidak emosi, lebih mementingkan tim. Salut dah umur segitu udah bisa tinggalkan ego," ujar @dhimaz_rio2182.
"Berharap Yamal tidak terseret kehidupan hedon yg bakal merusak potensinya. Ada harapan dia bisa jadi bintang besar dg usianya yg msh sangat muda," harap @DewaYasmin.
"Setelah singkirkan Cristiano & Mbappe,apakah juga akan menyingkirkan Kane atau Messi?" tanya @wahjuwibowosby.
"Yang sangat saya suka dan perlu sekali digaris bawahi di sini adalah kematangan seorang pemain berusia 19 tahun. Gila asli. Asal ga ikut jejak kebiasaan buruk idolanya (Neymar) di luar lapangan, kayaknya memenangkan Ballon d'Or lebih dari sekali bukan hal yg mustahil bagi Yamal," kata @KipasErer.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow