Sosok Ahmad Zaki Dikenang Sahabat Usai Meninggal di Flores
Sahabat dan rekan sesama relawan mengenang kepribadian Ahmad Zaki, pendiri Yayasan Gerak Bareng yang wafat saat menyalurkan bantuan korban gempa di Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Pria kelahiran Jakarta pada 21 November 1984 tersebut diketahui mengembuskan napas terakhir setelah kehilangan kesadaran sewaktu mengendarai mobil operasional relawan untuk menyalurkan bantuan pengungsi pada Jumat sore. Andri Kurniawan, sahabat almarhum yang ikut mendampingi pemulangan jenazah menuju Jakarta pada Sabtu, menyebut almarhum sosok penuh dedikasi yang kerap menginspirasi rekan-rekannya di dunia kemanusiaan.
"Memang orangnya punya jiwa kemanusiaan yang kuat sekali. Saya salah satu orang terdekat di dunia kemanusiaan dengan beliau. Bisa dikatakan beliau adalah guru kami," kata Andri kepada Kompas.com.
Andri menambahkan bahwa selain giat mengajak teman-temannya aktif berkegiatan sosial, almarhum juga pandai berkomunikasi serta mengelola organisasi. "Dia sudah mulai membangun organisasi yang bagus, yang keren, yang memberikan dampak besar kepada masyarakat. Kemudian, secara koordinasi dan segala macam konsolidasi memang dia ahli komunikasi lah," terang Andri.
Di samping kiprah sosialnya, almarhum tercatat memiliki usaha kuliner warung makan bernama Dapur Bang Jeck yang berlokasi di Bogor. Peristiwa meninggalnya Zaki bermula ketika ia bersama rombongan berangkat dari posko Masjid Nurul Huda Kampung Reo menuju lokasi pengungsian korban bencana.
Di tengah perjalanan, Zaki mendadak menghentikan kemudi dan meminta bantuan rekannya untuk melonggarkan helm serta jaket yang ia kenakan sebelum akhirnya pingsan. "Korban yang mengendarai kendaraan," kata Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah. Rekan-rekan relawan sempat membawa Zaki ke posko medis terdekat untuk mendapatkan pertolongan darurat, namun tim medis menyatakan almarhum telah meninggal dunia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow