SMF Raih Laba Bersih Rp391 Miliar pada Semester I-2026

Smallest Font
Largest Font

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) mencetak laba bersih sebesar Rp391 miliar pada semester I-2026, melonjak 33,9 persen secara tahunan (yoy). Kinerja keuangan yang positif ini diumumkan manajemen perseroan dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu, 22 Juli 2026, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Pertumbuhan kinerja bisnis tersebut ditopang oleh total aset perseroan yang mencapai Rp68,29 triliun atau tumbuh 22 persen (yoy) pada paruh pertama tahun ini. SMF membidik target total aset hingga Rp73,31 triliun pada akhir tahun 2026. Pendapatan perseroan turut terkerek 6,25 persen (yoy) menjadi Rp1,7 triliun, dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross terjaga di level 0,03 persen.

"Target laba tahun ini adalah Rp568 miliar, apakah akan tercapai? InsyaAllah, tapi tetap harus jaga kualitas aset, harus prudent,dan juga jaga rating," kata Ananta Wiyogo, Direktur Utama SMF.

Sepanjang semester I-2026, SMF menyalurkan pinjaman pembiayaan sebesar Rp14,09 triliun kepada lembaga keuangan penyalur KPR. Penyaluran tersebut menaikkan akumulasi pembiayaan perseroan menjadi Rp141,61 triliun hingga Juni 2026 guna memperkuat kapasitas penyaluran pembiayaan perumahan masyarakat.

Struktur keuangan perseroan juga mencatatkan return on equity (ROE) sebesar 3,18 persen, debt-to-equity ratio 1,75 kali, serta profit margin di angka 22,89 persen. Fondasi keuangan yang sehat dinilai menjadi pilar utama dalam menjalankan mandat pembangunan nasional secara berkelanjutan.

"Kami terus menjaga keseimbangan antara ekspansi penyaluran, kecukupan likuiditas, kualitas aset, dan kemampuan perseroan dalam memenuhi seluruh kewajiban keuangan secara tepat waktu," ujar Bonai Subiakto, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMF.

Selain menyalurkan pembiayaan, perseroan bertindak sebagai penyedia likuiditas melalui sekuritisasi aset kredit perumahan. Hingga Juni 2026, SMF memfasilitasi 17 transaksi sekuritisasi dengan nilai akumulasi mencapai Rp14,21 triliun untuk mendaur ulang aset KPR menjadi sumber likuiditas baru.

Sebagai alat fiskal pemerintah, SMF menyediakan dana pendamping 25 persen untuk program KPR Sejahtera FLPP lewat skema pembiayaan campuran antara Penyertaan Modal Negara (PMN) dan penerbitan surat utang. Total akumulasi PMN sebesar Rp17,91 triliun hingga Juni 2026 berhasil dioptimalkan menjadi penyaluran pembiayaan Rp36,77 triliun untuk 962.650 unit rumah.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed