Singapura Bidik Tiket Semifinal ASEAN Championship Saat Hadapi Indonesia
Tim nasional Singapura hanya memerlukan hasil imbang saat meladeni Indonesia di Stadion Jalan Besar pada Jumat, 7 Agustus 2026, demi menyegel tiket semifinal ASEAN Championship 2026. Laga pamungkas Grup A ini berlangsung dua hari menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Singapura ke-61.
Singapura dan Vietnam saat ini memimpin klasemen sementara Grup A dengan koleksi tujuh poin, sedangkan Indonesia berada di posisi ketiga dengan enam poin. Kondisi tersebut menuntut Indonesia memetik kemenangan mutlak, sementara hasil imbang sudah cukup membawa Singapura lolos ke fase gugur bersama dua tim terbaik dari tiap grup.
Penyerang Singapura Ilhan Fandi mengusung ambisi besar untuk mempersembahkan kelulusan ke semifinal sebagai hadiah bagi publik tuan rumah.
"Kami bermain sepak bola untuk masyarakat, dan tentu saja akan sangat menyenangkan bisa memberikan hadiah kepada Singapura di hari ulang tahunnya," kata penyerang Ilhan Fandi, penyerang Singapura.
Pemain yang telah menyumbang dua gol sepanjang turnamen ini menegaskan fokus skuadnya tetap tertuju pada performa di lapangan.
"Kami di sini untuk menjalankan tugas dan menampilkan performa terbaik serta berusaha lolos ke semifinal, tetapi mendapatkan hadiah yang indah untuk warga Singapura juga merupakan hal yang menyenangkan," kata penyerang Ilhan Fandi, penyerang Singapura.
Pelatih Singapura Gavin Lee menegaskan bahwa kalkulasi poin di tangga klasemen tidak akan mengusik pendekatan taktis yang disiapkan anak asuhnya.
"Kami datang ke kompetisi ini dengan tekad bahwa performa kami yang menentukan nasib kami, dan hal itu tidak boleh berubah besok malam," kata pelatih Gavin Lee, pelatih Singapura.
Singapura melaju tanpa kekalahan di fase grup setelah memetik kemenangan 2-1 atas Kamboja, menundukkan Timor-Leste 2-0, serta menahan imbang juara bertahan Vietnam 0-0 di Hanoi pada 31 Juli 2026.
"Saya tidak berpikir kami akan membiarkan situasi atau hasil akhir memengaruhi permainan kami," kata pelatih Gavin Lee, pelatih Singapura.
Juru taktik tersebut menjamin timnya bakal mempertahankan corak permainan menyerang yang menjadi identitas utama mereka.
"Kami tiba di sini dengan bermain sesuai cara yang kami inginkan. Identitas dan sepak bola kami," kata pelatih Gavin Lee, pelatih Singapura.
Di sisi lain, Indonesia tampil tanpa Marselino Ferdinan yang harus absen hingga akhir turnamen akibat cedera saat latihan. Skuad Garuda juga datang membawa beban kekalahan 0-3 dari Vietnam di Bogor pada 3 Agustus 2026.
Pelatih Indonesia John Herdman menegaskan kesiapan timnya untuk tampil habis-habisan demi mengamankan kemenangan.
"Jika kami tidak berhasil, itu akan sangat menyakitkan bagi kami, karena kesempatan itu terlepas dari jari-jari Anda dan tidak akan pernah kembali," kata pelatih John Herdman, pelatih Indonesia.
Mantan pelatih timnas Kanada tersebut menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain agresif sejak awal laga.
"Ini adalah tim Indonesia yang terluka dan lapar. Saya tidak akan main-main besok," kata pelatih John Herdman, pelatih Indonesia.
Herdman menilai Singapura memperagakan gaya permainan terbuka yang berbeda dari kontestan lain di Grup A.
"Timor bermain bertahan melawan kami. Vietnam bermain bertahan melawan kami. Kamboja bermain bertahan melawan kami, karena kami memaksa mereka. Itu gaya kami," kata pelatih John Herdman, pelatih Indonesia.
Ia memuji struktur permainan atraktif yang dibangun oleh pelatih lawan.
"Singapura, dari apa yang saya lihat, sebenarnya adalah tim yang positif. Mereka sangat proaktif. Saya menikmati melakukan pemantauan.
Ada beberapa bagian bagus dalam permainan mereka. Ini adalah dua tim yang ingin bermain sepak bola," kata pelatih John Herdman, pelatih Indonesia.
Herdman mengapresiasi skema serangan Singapura yang dinilainya cukup menghibur.
"Gavin telah melakukan pekerjaan dengan baik membuat mereka memainkan sepak bola yang bagus. Mereka memiliki banyak pola orang ketiga, terkadang sangat menyenangkan untuk ditonton. Untuk para penggemar, mereka harus bangga dengan apa yang dilakukan tim mereka," kata pelatih John Herdman, pelatih Indonesia.
Menanggapi gempuran yang bakal dilancarkan Indonesia, Lee meminta lini pertahanan Singapura menjaga fokus penuh selama pertandingan.
"Merek adalah tim yang bagus. Mereka datang untuk meraih tiga poin," kata pelatih Gavin Lee, pelatih Singapura.
Pertandingan diprediksi berjalan ketat sejak menit awal hingga peluit panjang dibunyikan.
"Jadi bagi kami untuk bisa tetap tenang dan konsisten sepanjang 95 menit akan sangat krusial," kata pelatih Gavin Lee, pelatih Singapura.
Singapura dipastikan tampil tanpa gelandang Kyoga Nakamura yang terkena akumulasi kartu kuning.
"Tentu saja, kami merindukan kehadiran Kyoga di lini tengah, tetapi kami memiliki skuad pemain yang siap untuk masuk dan melangkah maju," kata pelatih Gavin Lee, pelatih Singapura.
Lee optimistis kedalaman skuadnya mampu menutup absennya pilar di lini tengah.
"Ini tentang kami mengenali siapa yang akan masuk, kualitas apa yang dia bawa, dan bagaimana kami memaksimalkannya sebagai sebuah kelompok," kata pelatih Gavin Lee, pelatih Singapura.
Lini belakang Singapura yang baru kebobolan satu gol bakal mendapat ujian dari striker Indonesia berusia 19 tahun, Mitchell Baker, yang telah mencetak empat gol di turnamen ini.
"Jelas profil yang berbeda. Namun ketika kami berada di Jepang, kami menghadapi lawan-lawan Jepang yang sama besarnya, jadi itu adalah latihan yang bagus," kata pelatih Gavin Lee, pelatih Singapura.
Kehadiran bek berpengalaman Hariss Harun di lini belakang diyakini memberi ketenangan bagi benteng pertahanan Singapura.
"Dengan pengalaman yang kami miliki di lini belakang bersama Hariss, kami berada di tangan yang baik dan stabil. Besok ini bukan tentang bertahan melawan satu pemain, ini tentang bertahan melawan sebuah tim," kata pelatih Gavin Lee, pelatih Singapura.
Lee menyoroti kebangkitan dukungan dari para pendukung Singapura yang terus mengalir sepanjang gelaran turnamen.
"Dengan setiap jendela dan setiap pertandingan, kami juga mendapat kesempatan untuk melihat dampak yang telah dibuat para pemain terhadap masyarakat luas," kata pelatih Gavin Lee, pelatih Singapura.
Ia menganggap antusiasme publik sebagai dorongan positif bagi perkembangan tim.
"Bagi para pemain, sangat berarti melihat orang-orang benar-benar mendukung mereka, dan lebih banyak orang yang keluar untuk memberikan dukungan. Itulah pertumbuhan tim, dan bersama para penggemar, kami tumbuh bersama," kata pelatih Gavin Lee, pelatih Singapura.
Ilhan Fandi menambahkan bahwa kebersamaan internal tim menjadi pondasi utama dalam menghadapi setiap tekanan.
"Kami telah berkembang secara masif. Setiap kali saya bermain untuk negara, itu adalah momen yang membanggakan bagi saya. Kelompok pemain yang kami miliki ini, kami benar-benar melekat seperti keluarga, dan itulah satu hal yang saya pikir tidak bisa menghancurkan kami," kata penyerang Ilhan Fandi, penyerang Singapura.
Karakter pantang menyerah menjadi modal penting Singapura saat tertinggal dari lawan.
"Bahkan jika kami tertinggal satu gol, kami selalu menunjukkan karakter untuk bangkit kembali. Itu adalah satu hal yang kami tingkatkan secara masif. Namun kami masih memiliki banyak ruang untuk perbaikan," kata penyerang Ilhan Fandi, penyerang Singapura.
Singapura, Indonesia, Vietnam, dan Thailand telah dipastikan mengamankan tempat pada putaran final AFC Asian Cup 2027 di Arab Saudi yang berlangsung 7 Januari hingga 5 Februari 2027.
"Ini sangat penting saat kami melangkah menuju perjalanan kami ke Piala Asia, karena kami tahu akan ada rintangan di sepanjang jalan, dan selama rintangan itu kami membutuhkan dukungan semua orang," kata pelatih Gavin Lee, pelatih Singapura.
Lee menegaskan proses pembenahan tim akan terus berlanjut menuju turnamen tingkat Asia tersebut.
"Kami telah berkembang, tetapi kami masih ingin terus berkembang, karena pada akhirnya salah satu tonggak sejarah kami adalah Piala Asia. Jadi kami tidak akan berhenti untuk tetap rendah hati dan lapar, dan kami mencoba mencapai versi terbaik yang kami bisa di setiap jendela," kata pelatih Gavin Lee, pelatih Singapura.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow