Saham CXMT Melonjak 466 Persen Saat Debut Perdagangan Perdana
Produsen memori asal China, ChangXin Memory Technologies (CXMT), resmi menjadi perusahaan paling berharga di negaranya setelah mencatatkan lonjakan saham hingga 466 persen pada perdagangan perdana di pasar saham pada Selasa (28/7/2026).
Sebagaimana dilansir dari Detik iNET, harga saham penawaran umum perdana (IPO) CXMT yang awalnya berada di angka 8,66 Yuan ditutup meroket hingga ke level 49,00 Yuan. Lonjakan fantastis ini langsung melampaui ekspektasi awal pasar.
Melalui debut perdagangan tersebut, CXMT berhasil mencetak kapitalisasi pasar sekitar 3,65 triliun Yuan atau setara USD 540 miliar. Majalah Fortune mencatat pencapaian ini sebagai IPO terbesar kedua di daratan China sepanjang sejarah, di bawah Agricultural Bank of China pada 2010.
Sentimen positif investor terhadap prospek pasar memori yang terdorong oleh pesatnya tren kecerdasan buatan (AI) menjadi pendorong utama lonjakan saham tersebut.
Kepala Ekonom First Seafront Fund Management, Larry Yang, memberikan pandangannya mengenai hasil penawaran perdana produsen chip memori ini.
"Performa gemilang CXMT di hari pertama perdagangan mencerminkan sentimen investor yang sangat positif terhadap masa depan perusahaan," kata Larry Yang, Kepala Ekonom First Seafront Fund Management.
Hasil dari suntikan dana segar ini direncanakan untuk memperluas kapasitas produksi sekaligus memperkuat pengaruh global perusahaan. Kehadiran produsen perangkat keras lokal yang kuat juga memberikan keuntungan strategis bagi China dalam persaingan adopsi AI dengan Amerika Serikat.
Saat ini CXMT menempati peringkat keempat di pasar memori global dengan pangsa pasar 8 persen, di belakang Samsung (36%), SK Hynix (29%), dan Micron (24%). Didirikan pada tahun 2016, pertumbuhan perusahaan terus terdongkrak oleh lonjakan pembelian PC dan ledakan teknologi AI.
Langkah ekspansi CXMT diperkirakan makin meluas seiring adanya laporan bahwa Apple sedang menguji chip DRAM buatan CXMT untuk digunakan pada produk-produk masa depan mereka.
Namun, lonjakan industri perangkat keras ini berbanding terbalik dengan kondisi konsumen yang harus menghadapi kenaikan harga berbagai perangkat elektronik. Krisis pasokan memori ini diproyeksikan oleh SK Hynix bakal mencapai puncaknya pada 2027 dan berlanjut hingga 2030.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow