Rupiah Menguat ke Rp18.076 per Dolar AS Jelang Akhir Pekan
Apresiasi mata uang melanda kawasan Asia termasuk nilai tukar rupiah yang bergerak menguat 52 poin atau 0,29 persen ke posisi Rp18.076 per dolar AS pada perdagangan Jumat (10/7) pagi.
Penguatan mata uang regional tersebut didorong oleh meredanya tensi politik di Timur Tengah setelah Presiden AS Donald Trump bersikap lebih lunak terhadap Iran dan mengizinkan kelanjutan proses negosiasi.
Hampir seluruh mata uang utama Asia bergerak di zona hijau terhadap dolar AS, dipimpin yen Jepang yang naik 0,39 persen dan ringgit Malaysia sebesar 0,27 persen, sedangkan won Korea Selatan menjadi satu-satunya yang melemah sebesar 0,22 persen.
Tren positif ini juga diikuti oleh mata uang negara maju, seperti franc Swiss yang menguat 0,31 persen dan poundsterling Inggris yang terangkat 0,19 persen pada pembukaan perdagangan hari ini.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menjelaskan bahwa situasi geopolitik global yang mendingin memberikan sentimen positif bagi pergerakan mata uang garuda di pasar spot.
"Rupiah diperkirakan berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah meredanya tensi di Timur Tengah menyusul retorika Presiden AS Donald Trump yang lebih lunak terhadap Iran dengan mengatakan bahwa dirinya mengizinkan proses negosiasi untuk terus berlanjut," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com, Jumat (10/7).
Berdasarkan situasi pasar terkini, pergerakan nilai tukar rupiah diproyeksikan masih akan terus berfluktuasi dengan kecenderungan positif hingga penutupan pasar sore nanti.
Lukman memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp18.000 hingga Rp18.150 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow