— Nilai tukar rupiah terus mendapat tekanan dolar AS sepanjang pekan lalu, menutup periode 29 Juni–3 Juli 2026 dengan pelemahan total 112 poin atau 0,62% dari Rp 17.851 menjadi Rp 17.963 per dolar AS.

Pergerakan rupiah pada tiap hari menunjukkan fluktuasi. Setelah dibuka menguat pada Senin (29/6), mata uang domestik bergeser melemah pada beberapa hari berikutnya sebelum mengalami penguatan tipis saat penutupan akhir pekan.

Pergerakan Harian Rupiah

Pada Senin, 29 Juni 2026, rupiah sempat menguat 54 poin (0,30%) ke Rp 17.868 per dolar AS dan menutup hari dengan penguatan 71 poin ke Rp 17.851 per dolar AS.

Selasa, 30 Juni 2026, pembukaan melemah 37 poin (0,21%) ke Rp 17.888 dan ditutup melemah 55 poin ke Rp 17.906 per dolar AS.

Rabu, 1 Juli 2026, rupiah kembali melanjutkan pelemahan dengan pembukaan turun 37 poin (0,21%) ke Rp 17.944 dan penutupan melemah 43 poin menjadi Rp 17.950 per dolar AS.

Kamis, 2 Juli 2026, kurs terus mendekati level Rp 18.000 dengan pembukaan melemah 25 poin (0,14%) ke Rp 17.977 dan penutupan melemah 43 poin ke Rp 17.995 per dolar AS.

Pada Jumat, 3 Juli 2026, rupiah sempat rebound saat pembukaan menguat 43 poin (0,24%) ke Rp 17.952 dan menutup pekan dengan penguatan 32 poin di level Rp 17.963 per dolar AS.

Proyeksi Pekan Depan

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memproyeksi nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin berikutnya berfluktuasi namun berpotensi ditutup menguat di rentang Rp 17.910–Rp 17.970 per dolar AS.

“Sedangkan untuk sepekan ke depan, nilai tukar rupiah diprediksi bergerak di antara Rp 17.850 – Rp 18.100 (per dolar AS),”

Ibrahim menyebut beberapa faktor yang diperkirakan memengaruhi pergerakan rupiah, antara lain perkembangan negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran, pergerakan arus minyak mentah di Teluk, serta tanda-tanda pemulihan permintaan setelah libur akhir pekan AS yang dapat menentukan arah harga minyak.

Selain itu, data Non-Farm Payroll yang lemah disebut membantu meredam ekspektasi pasar terhadap pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut dari Federal Reserve.