Ronaldo Nazario Sebut Faktor Fisik Hentikan Langkah Cristiano Ronaldo
Legenda sepakbola Brasil, Ronaldo Nazario, menilai keputusan Cristiano Ronaldo untuk menyudahi kariernya di Piala Dunia merupakan hal yang tidak terelakkan akibat penurunan kondisi fisik, seperti dilansir dari Detik Sport pada Selasa, 21 Juli 2026.
Langkah Portugal terhenti di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menelan kekalahan 0-1 dari Spanyol. Selecao das Quinas harus angkat koper dari turnamen yang akhirnya dimenangi oleh Spanyol tersebut.
Setelah kekalahan itu, penyerang berusia 41 tahun tersebut mengonfirmasi bahwa penampilannya di turnamen itu menjadi yang terakhir. Penegasan ini memastikan mantan bintang Real Madrid tersebut tidak akan memperkuat Portugal pada Piala Dunia 2030.
Kritik tajam sempat menerpa performa Cristiano Ronaldo selama gelaran Piala Dunia 2026, kendati dirinya mengemas tiga gol. Penampilannya dianggap telah mengalami penurunan kualitas dibanding masa keemasannya.
Mantan striker Brasil, Ronaldo Nazario, mengamati bahwa perbandingan level kompetisi di Arab Saudi dengan turnamen internasional sangat jauh berbeda. Keterbatasan fisik dinilai menjadi penghalang utama bagi sang pemain untuk terus bersaing di panggung tertinggi dunia.
"Sewajarnya, tubuh memperingatkan Anda bahwa Anda tidak bisa mengimbanginya lagi. Saya kira mereka sudah mencapai titik kesepakatan di antara mereka dan badan mereka, baik Cristiano maupun Neymar," sahut Ronaldo Nazario kepada ESPN.
Mantan pemenang Piala Dunia dua kali tersebut menambahkan pandangannya mengenai pertempuran melawan kemampuan fisik sendiri.
"Pertarungan dengan tubuh kita sendiri itu sangat sulit dimenangi," ujar Ronaldo Nazario.
Ia menekankan perbedaan besar antara kompetisi domestik tempat sang bintang merumput saat ini dan tingkat kesulitan turnamen antarnegara.
"Mungkin dia masih punya level untuk bermain di Arab Saudi, tapi untuk bermain di sebuah Piala Dunia, kita menyadari bahwa turnamen itu jauh lebih sulit, levelnya jauh lebih tinggi," lanjut Ronaldo Nazario.
Penutup analisis dari O Fenomeno menyoroti bagaimana keterbatasan tubuh pada akhirnya mengalahkan semangat tinggi seorang atlet.
"Terlepas dari gairah kita, rasa cinta kita kepada sepakbola, dan gairah untuk bermain selamanya, saya kira, pada akhirnya, tubuh kita yang menentukan. Sekarang, saya tidak bermain sepakbola karena cara kerja pikiran saya tidak dapat diimbangi oleh tubuh saya," kata Ronaldo Nazario.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow