BRI Danareksa Sekuritas Rekomendasikan Saham TINS, EMTK, dan JELI

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi teknikal untuk tiga saham pilihan pada perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026. Ketiga saham yang disorot tersebut mencakup TINS, EMTK, dan JELI. Rekomendasi ini dirilis dilansir dari Investor Daily di tengah kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup relatif stagnan dengan koreksi tipis 0,03% ke level 6.234,4 akibat sikap penantian para investor.

Saham TINS dinilai berhasil breakout dan mampu bertahan di atas area support 3.640–3.700. Selama posisi tersebut terjaga, potensi penguatan saham TINS terbuka menuju rentang 3.890–4.020.

Dari sisi kinerjanya, TINS mengantongi laba bersih Rp 2,71 triliun. Angka ini melampaui target tahunan 2026 sebesar Rp 1,61 triliun atau setara 169% dari target yang ditetapkan.

Sementara itu, saham EMTK masih sanggup bertahan di atas batas support 492–510, sehingga peluang rebound tetap terjaga. Jika sanggup menembus resistance 540, pergerakan naik berpotensi berlanjut menuju 560. Dalam laporan keuangan semester I-2026, EMTK membukukan rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 320,6 miliar. Realisasi ini berbalik dari capaian laba Rp 4,2 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.

Adapun saham JELI berhasil keluar dari pola falling channel dan tengah menguji area resistance 730–755, disokong oleh pergerakan harga yang kembali melampaui MA20. Jika tetap bertahan di atas area breakout, target penguatan JELI diproyeksikan menuju 800–860. Pihak manajemen JELI menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 26% sepanjang tahun 2026. Target tersebut didorong oleh perluasan kapasitas produksi serta penetrasi pasar ekspor.

Proyeksi Pergerakan IHSG

Laju IHSG dipengaruhi oleh sejumlah faktor makroekonomi. PMI Manufaktur Indonesia kembali berada di level ekspansif 50,2 dan tingkat inflasi Juli terjaga di angka 2,8% YoY.

Namun, sentimen positif tersebut tertahan oleh defisit neraca perdagangan yang mencapai US$ 450 juta. Pelaku pasar juga terus memantau musim rilis laporan keuangan semester I-2026, negosiasi AS-Iran, serta pergerakan nilai tukar Rupiah dan aliran modal asing.

Secara teknikal, pergerakan IHSG diperkirakan berjalan terbatas dengan area support di kisaran 6.186–6.130 dan level resistance pada rentang 6.268–6.300. Peluang menguji resistance terdekat masih terbuka selama indeks bertahan di atas batas support.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed