Putusan Mahkamah Agung Spanyol Pemicu Lonjakan Migran Di Ceuta
Putusan 814/2026 dari Mahkamah Agung Spanyol memicu perdebatan mengenai pengelolaan perbatasan luar Uni Eropa di Ceuta. Lonjakan migrasi terjadi akibat adanya celah aturan perbatasan laut yang dinilai kurang adaptif terhadap situasi darurat. Yurisprudensi terbaru melarang penerapan penolakan langsung di perbatasan bagi migran yang masuk melalui jalur renang.
Aturan khusus Ceuta dan Melilla tersebut dinilai hakim hanya berlaku jika terdapat hambatan fisik seperti pagar atau tembok yang dilintasi. Sebanyak 2.000 migran tercatat memasuki kota berpenduduk 80.000 jiwa tersebut dalam kurun waktu sepuluh hari. Pemerintah setempat saat ini harus mengasuh 472 anak di bawah umur, atau setara enam belas kali lipat dari kapasitas normal.
Di kawasan Tarajal, ribuan warga Maroko berkumpul di sepanjang pagar perbatasan. Ratusan orang melintas melalui jalur darat yang dilaporkan Guard Civil sedang tidak dijaga, sementara pasukan pembantu Maroko memilih menarik diri saat massa melintas.
Pemerintah Spanyol dan Maroko telah mengumumkan kesepakatan baru untuk mempercepat proses pengembalian warga yang masuk secara ilegal. Kementerian Dalam Negeri Spanyol memuji kerja sama tersebut dan mengapresiasi upaya Rabat dalam mencegah ribuan percobaan perlintasan ilegal lainnya. Majelis Juru Bicara Ceuta memberikan dukungan penuh untuk mendesak penerapan Undang-Undang Keamanan Nasional 2015. Langkah ini mencakup penyiapan penguatan Pasukan Keamanan, penggelaran personel Militer, hingga penutupan total jalur perlintasan Tarajal.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow