Purnawirawan TNI Kecam Wisatawan Viral 'We Are Gen Z' di Ladakh
Sebuah video viral menampilkan seorang wisatawan perempuan yang memprotes petugas keamanan di pos pemeriksaan Minimarg, Ladakh, menuai kecaman dari sejumlah purnawirawan TNI dan tokoh militer pada Agustus 2026.
Video tersebut memperlihatkan wanita tersebut mengeluhkan pembatasan lalu lintas di pos tersebut dan menyatakan, "Kami adalah Gen Z dan kami tidak akan mentolerir omong kosong ini." Insiden ini terjadi saat Menteri Pertahanan dan Kepala Staf Angkatan Darat berada di wilayah tersebut untuk acara Kargil Vijay Diwas.
Letnan Jenderal (Purn) DP Pandey, mantan panglima Korps 15 yang berbasis di Kashmir, menyatakan bahwa perilaku wisatawan itu merugikan citra generasi muda dan menciptakan perpecahan dengan masyarakat Kashmir.
"Saya tidak ingin mempermalukan wanita yang membuat keributan di Ladakh. Namun dia telah menyebabkan kerusakan yang harus diketahui negara," ujar Pandey.
Ia juga menilai pembatasan yang dilakukan petugas keamanan adalah konsekuensi dari situasi keamanan wilayah tersebut, bukan kebijakan yang menyenangkan untuk dilaksanakan.
"Saya ingin menggalang dana satu bulan gaji untuk dia agar bisa bertugas di Siachen atau tempat yang sama di mana dia membuat keributan, agar dia bisa merasakan tantangan yang dihadapi prajurit," kata Pandey.
Selain itu, Pandey menegaskan bahwa prajurit aktif maupun purnawirawan tetap membayar pajak dan berkontribusi pada sistem negara.
Menanggapi penggunaan istilah "Gen Z" oleh wisatawan itu, Pandey mengkritik karena telah menodai citra generasi tersebut yang menurutnya banyak generasi muda yang sabar, sopan, dan berperilaku baik.
"Dia telah mengecewakan dan memberikan gambaran negatif tentang Gen Z," tambahnya.
Gubernur Mizoram dan mantan Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal (Purn) VK Singh, juga mengecam tindakan wanita tersebut dan mengingatkan pentingnya menghormati prajurit India yang menjaga negara dari ancaman luar.
"Kekuatan bersenjata India berdiri antara bangsa kita dan mereka yang berniat jahat. Insiden Minimarg adalah pengingat nyata akan keberanian, pengorbanan, dan kewaspadaan prajurit kita," ujar VK Singh.
Dia menegaskan bahwa kritik harus berdasarkan fakta, bukan emosi atau tuduhan yang tidak berdasar.
Letnan Jenderal (Purn) K J S Dhillon juga menyerukan agar warga menghormati prajurit yang menjaga wilayah perbatasan seperti Ladakh, dan mengingatkan bahwa para prajurit membayar pajak bahkan sebelum menerima gaji mereka.
"Ibu, prajurit membayar pajak lebih dulu, bahkan sebelum gaji mereka. Anda bisa berlibur ke daerah seperti ini karena prajurit kita berjaga siang dan malam, bahkan dengan risiko nyawa mereka. Bahasa Anda mencerminkan bagaimana Anda dibesarkan dan dididik. Hormatilah, jadilah warga negara yang taat hukum sebelum menuntut hak," ujar Dhillon.
Dalam video tersebut, wisatawan yang terjebak di pos pemeriksaan Minimarg karena pembatasan perjalanan terlihat mengomando wisatawan lain untuk segera meninggalkan lokasi setelah menunggu selama lima jam.
Gubernur Jammu dan Kashmir, Omar Abdullah, menanggapi video lama tersebut dengan mengkritik penggunaan istilah "Kami Gen Z" sebagai ancaman yang mirip dengan ungkapan "kamu tidak tahu siapa ayahku" yang mengikis goodwill generasi muda.
Abdullah mengatakan, "Cara tercepat mengikis goodwill Gen Z adalah dengan mulai menggunakannya sebagai ancaman pada setiap ketidaknyamanan kecil." Dia juga menekankan bahwa pembatasan lalu lintas di wilayah Kargil merupakan hal biasa karena kondisi cuaca, keamanan, dan kondisi jalan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow