PT MRT Jakarta Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas dengan Investasi Rp 300 Miliar

Smallest Font
Largest Font

PT MRT Jakarta menyiapkan investasi sekitar Rp 300 miliar untuk membangun Pedestrian Deck Dukuh Atas yang menjadi penghubung moda transportasi di kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas, dilansir dari Investor Daily.

Pedestrian Deck ini akan menghubungkan Stasiun MRT Dukuh Atas, Stasiun KRL Sudirman, Stasiun BNI City, LRT Jabodebek, LRT Jakarta, hingga halte Transjakarta. Jalur pejalan kaki tersebut diharapkan memperkuat konektivitas antar moda transportasi dan mempermudah mobilitas masyarakat yang selama ini terhambat oleh Sungai Ciliwung dan Jalan Jenderal Sudirman.

Agus Trihan, Advisor Program Management Office Division PT MRT Jakarta, mengatakan proyek ini telah memasuki tahap tender kontraktor setelah desain dasar selesai. Sebelumnya, studi kelayakan telah dilakukan bersama pemerintah Jepang melalui Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT) dan Urban Renaissance.

"Ini lagi tender ya. Tapi kita sudah umumin kemarin, roughly (berkisar) Rp 300-an miliar," ujar Agus di Transport Hub MRT Jakarta Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).

Agus menjelaskan pendanaan proyek masih mengandalkan investasi MRT Jakarta dan belum ada rencana menggunakan private placement atau obligasi untuk mempertahankan kepemilikan aset setelah pembangunan selesai.

"Sejauh ini enggak (ada penanaman modal swasta), karena kalau misalnya ada pendanaan lain, nanti larinya ke isu aset. Kalau sekarang, kalau kita bangun dengan dana MRT, asetnya punya MRT, jadi ketika nanti kita bangun di atas Pemprov, urusan asetnya enak, bahwa kita menyewa lahan Pemprov, asetnya punya MRT," ujar Agus.

Sagita Devi, Kepala Departemen Perencanaan TOD PT MRT Jakarta, menegaskan pembangunan pedestrian deck tidak memakai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta, melainkan berasal dari dana MRT Jakarta dengan opsi pinjaman yang masih dalam tahap perencanaan.

"Untuk pendanaannya sendiri ini akan by MRT jadi tidak menggunakan pembiayaan APBD ya. Jadi untuk saat ini 50% kita masih akan menggunakan investasi MRT, 50% lagi mungkin kita sedang sebagian akan menggunakan dana MRT, sebagian kita sedang rencananya akan menggunakan loan," ujar Sagita.

Agus menambahkan, jika pengadaan berjalan lancar, kontraktor akan mulai bekerja pada November 2026 dengan target penyelesaian akhir 2028 agar masyarakat dapat segera menikmati konektivitas pejalan kaki yang aman, nyaman, dan terintegrasi di salah satu simpul transportasi tersibuk Jakarta.

"Basic design sudah selesai, sekarang kita lagi tender kontraktor, dengan harapan mudah-mudahan di November bisa on board kontraktornya ya, targetnya mudah-mudahan beres di akhir 2028," tutup Agus.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed