Prudential Indonesia Ungkap Alasan Menabung Saja Tidak Cukup Bagi Keluarga

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Menabung dinilai belum cukup untuk menjamin kesiapan finansial keluarga dalam menghadapi berbagai risiko masa depan. Strategi pengumpulan dana perlu berjalan seimbang dengan perlindungan agar target keuangan tetap terlindungi saat kondisi tidak terduga terjadi. Risiko seperti penyakit kritis, kecelakaan yang memicu cacat, hingga meninggalnya pencari nafkah berpotensi menguras tabungan sekaligus menghentikan sumber pendapatan utama.

Laju inflasi pada biaya pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan hidup juga terus mengikis daya beli simpanan konvensional. Hanya mengandalkan tabungan untuk perencanaan jangka panjang berisiko tinggi ketika musibah datang. Dana yang dikumpulkan dalam rentang waktu lama dapat habis seketika untuk biaya darurat, sementara sumber penghasilan keluarga terhenti.

Kebutuhan dana dalam jumlah besar seperti pendidikan tinggi anak, masa pensiun, hingga pembelian aset juga membutuhkan waktu sangat panjang jika hanya mengandalkan simpanan bank. Kemampuan pencari nafkah dalam menghasilkan pendapatan menjadi aset terbesar yang wajib dilindungi.

Dikutip dari Investor Daily, proteksi dapat menjadi salah satu pilar utama dalam perencanaan keuangan keluarga. Konsep ini berfungsi menjaga aset, mempertahankan keberlangsungan pendapatan, dan memitigasi risiko keuangan. Menabung membantu keluarga mengejar target finansial, sedangkan proteksi memastikan tujuan tersebut tidak terganggu saat risiko terjadi. Beberapa instrumen yang dapat dimanfaatkan antara lain asuransi jiwa, kesehatan, penyakit kritis, dan dwiguna.

Asuransi jiwa bertugas memproteksi penghasilan keluarga saat pencari nafkah meninggal dunia. Asuransi kesehatan membantu menanggung biaya medis mendesak, sementara asuransi penyakit kritis memberikan dana tunai cair untuk perawatan atau mengganti pendapatan yang hilang. Asuransi dwiguna menawarkan kombinasi perlindungan jiwa sekaligus penyediaan dana tunai berkala. Manfaat dana tunai tersebut dapat dialokasikan secara fleksibel, mulai dari persiapan dana pendidikan anak hingga dana hari tua.

Langkah Menyusun Rencana Keuangan Keluarga

Membangun rencana keuangan dapat dimulai dengan mengevaluasi kondisi finansial, yakni mencatat pendapatan, pengeluaran, utang, dan seluruh aset. Setelah itu, keluarga perlu menetapkan sasaran jangka pendek, menengah, dan panjang. Potensi risiko yang dapat mengganggu pencapaian sasaran tersebut wajib diidentifikasi sejak awal.

Jenis proteksi kemudian disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan anggaran keluarga. Pengalokasian dana proteksi dan investasi sejak dini dapat meringankan besaran beban kontribusi berkala sekaligus memaksimalkan potensi pertumbuhan dana. Konsultasi dengan perencana keuangan profesional juga dapat dilakukan untuk memperoleh strategi yang presisi.

Evaluasi rencana keuangan disarankan berlangsung secara berkala minimal satu kali dalam setahun. Peninjauan ulang ini penting untuk menyesuaikan perubahan kondisi internal keluarga, seperti penambahan anggota keluarga, perubahan tingkat pendapatan, maupun dampak inflasi.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed