Presiden La Liga Javier Tebas Desak Gianni Infantino Mundur dari FIFA

Smallest Font
Largest Font

Presiden La Liga Javier Tebas mendesak Presiden FIFA Gianni Infantino untuk mengundurkan diri dari jabatannya karena dinilai merusak industri sepak bola melalui ekspansi kompetisi internasional yang berlebihan. Pernyataan tegas tersebut disampaikan Tebas usai gelaran Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.

Tebas menilai langkah FIFA yang mengejar kepentingan komersial serta wacana perluasan Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim mengancam keberlangsungan kompetisi domestik. Menurutnya, liga domestik merupakan fondasi utama yang menopang ribuan lapangan pekerjaan di industri sepak bola global.

"Meningkatkan jumlah tim nasional tidak masuk akal. Industri sepak bola bukan hanya Piala Dunia, yang memang merupakan ajang terpenting. Namun, tidak semuanya bisa berputar di sekitar Piala Dunia," kata Javier Tebas, Presiden La Liga.

Kritik keras juga disuarakan terkait kebijakan jeda hidrasi dan perpanjangan durasi jeda turun minum pada laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina hingga mencapai lebih dari 27 menit.

"FIFA mengatur segala sesuatu sesuka hati mereka, demi tujuan mereka sendiri dan kepentingan mereka sendiri, jelas bukan demi sepak bola. Jadi, jika mereka membutuhkan jeda turun minum 27 menit, mereka akan mengadakannya," ujar Javier Tebas, Presiden La Liga.

Tebas menambahkan bahwa jeda hidrasi di beberapa stadion berfasilitas pendingin udara seperti di Dallas, Los Angeles, dan Atlanta hanyalah trik komersial semata.

"Jeda hidrasi adalah sebuah kebohongan. Kami juga menerapkannya di La Liga, tetapi hanya ketika cuaca benar-benar panas. Di sini, lapangan di Dallas, Los Angeles, dan Atlanta memiliki pendingin udara; saya bahkan harus memakai sweater di tribun. Itu adalah kebohongan, sekadar jeda untuk iklan," tutur Javier Tebas, Presiden La Liga.

Selain masalah regulasi pertandingan, intervensi politik dalam pembekuan hukuman kartu merah penyerang Amerika Serikat Folarin Balogun jelang laga melawan Belgia turut memicu kontroversi luas. Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter pun menyuarakan desakan serupa agar ada kepemimpinan baru di tubuh organisasi tersebut.

"Piala Dunia terpanjang telah berakhir dengan juara yang tepat. Namun dalam perjalanan menuju peluit akhir, turnamen ini telah kehilangan kredibilitasnya. Politik tidak boleh dibiarkan membayangi jalannya pertandingan," kata Sepp Blatter, Mantan Presiden FIFA.

Meski mendapat gelombang protes dari pimpinan liga dan asosiasi suporter Football Supporters Europe (FSE), Gianni Infantino tetap dijadwalkan mencalonkan diri kembali untuk masa jabatan periode 2027–2031 pada Kongres FIFA di Maroko pada Maret mendatang.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed