Dua Kota Siapkan Stadion dan Pengamanan Piala Presiden 2026
Pemerintah Kota Surabaya dan Polda Jawa Barat mematangkan kesiapan sarana stadion serta strategi pengamanan berlapis menjelang bergulirnya turnamen pramusim Piala Presiden 2026 yang rencananya berlangsung mulai 25 Juli hingga 6 Agustus 2026.
Kesiapan tersebut mencakup penyediaan venue utama dan lapangan latihan di Surabaya, sementara Polresta Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas serta penambahan pintu masuk di Stadion Si Jalak Harupat demi mengurai antrean penonton.
Turnamen pramusim ini mengikutsertakan lima klub nasional pilihan yang terbagi dalam dua grup di Jawa Timur dan Jawa Barat, serta menghadirkan tiga tim asing yang berasal dari Brunei, Singapura, dan Thailand.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan bersama PSSI untuk memastikan seluruh fasilitas yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah siap digunakan sepenuhnya.
"Jadi kami sudah persiapkan kemarin kami bertemu dengan teman-teman PSSI. Jadi sudah kita siapkan untuk persiapan Piala Presiden ini," ujar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Pemerintah Kota Surabaya juga memanfaatkan pengalaman dari penyelenggaraan ajang sepak bola internasional terdahulu sebagai panduan baku pengerjaan fasilitas penunjang turnamen kali ini.
"Jadi sudah berjalan, dan seperti biasanya ketika kita dijadikan tempat untuk kegiatan PSSI kita sudah memiliki protokol tetap yang sudah kita lakukan seperti Piala Dunia dan lain-lain," katanya.
Fokus utama pemerintah daerah saat ini tertuju pada pemenuhan aspek teknis arena dan tempat latihan para atlet, sedangkan urusan manajerial lainnya dikelola langsung oleh federasi nasional.
"Persiapan terkait dengan lapangan latihan, persiapan dengan tempat (venue) pertandingan, karena yang lainnya disiapkan oleh PSSI," tuturnya.
Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Surabaya turut menjamin seluruh akomodasi bagi tim peserta telah diatur secara menyeluruh.
"Persiapan tidak hanya difokuskan pada stadion yang menjadi lokasi pertandingan, tetapi juga fasilitas penunjang yang dibutuhkan klub peserta selama mengikuti turnamen," ujar Herry Purwadi, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Surabaya.
Di wilayah Jawa Barat, aparat kepolisian mematangkan taktik operasional melalui rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar di Mapolresta Bandung pada Jumat, 17 Juli 2026.
"Pagi ini tadi mulai jam 09.00 WIB, kami melaksanakan rapat koordinasi dalam rangka persiapan menghadapi Piala Presiden. Ini sudah kesekian kalinya dilaksanakan di Jawa Barat, dan tahun ini kita diberi kepercayaan lagi," ujar Karo Ops Polda Jabar Kombes Pol La Ode Aries El Fathir kepada Kompas.com.
Agenda olahraga ini dinilai memiliki prestise yang tinggi bagi daerah karena melibatkan kontestan dari luar negeri.
"Piala Presiden ini adalah event internasional karena menghadirkan tiga klub asing dari Brunei, Singapura, dan Thailand," kata La Ode.
Aparat keamanan mengimbau para pendukung kesebelasan untuk menjaga ketertiban umum dan mematuhi seluruh regulasi keselamatan selama berada di area perlombaan.
"Mari kita sama-sama menjaga kepercayaan ini. Menjadi suporter dan penonton yang cerdas, serta menjadi tuan rumah yang betul-betul melayani para tamu yang akan bertanding," tutur La Ode.
Petugas juga melarang keras tindakan membawa barang berbahaya atau mengonsumsi minuman beralkohol yang berpotensi memicu gesekan massal.
"Tolong betul-betul dihindari mabuk, membawa barang-barang terlarang seperti flare itu tidak diperbolehkan. Sama-sama kita menjaga keamanan ini sehingga tamu yang datang ke Bandung menjadi nyaman," ucapnya.
Evaluasi menyeluruh terhadap sistem penjagaan dari tahun-tahun sebelumnya diimplementasikan lewat perbanyakan akses masuk guna mencegah penumpukan massa.
"Jadi rencana ada empat pintu masuk yang dibuka. Kalau tahun lalu itu kan ada tiga, sekarang ada empat. Pintu masuk (entrance) ini kami tambah dengan harapan agar antrean tidak membludak atau bisa mengurai antrean," jelas Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono.
Kepolisian juga menyiagakan personel gabungan dari TNI, Dinas Perhubungan, dan unsur terkait yang jumlahnya disesuaikan secara dinamis dengan tingkat kerawanan laga.
"Untuk jumlah personel nanti masih kami hintung secara pasti. Intinya, Polresta Bandung di-backup oleh Polda Jabar, TNI, Dishub, dan stakeholder terkait siap mengamankan jalannya Piala Presiden ini," ujar Aldi menambahkan.
Panitia Pelaksana wilayah Jawa Barat memberikan apresiasi terhadap sokongan penuh instansi pemerintah dan kepolisian dalam menyiapkan ajang pramusim yang menunjuk Stadion Si Jalak Harupat lolos asesmen.
"Kami sangat berterima kasih kepada Polda Jabar, Polresta Bandung, dan Pemerintah Kabupaten Bandung yang sudah banyak memberikan dukungan baik moril maupun materil. Untuk di Bandung sendiri, babak penyisihan akan digelar mulai tanggal 25 hingga 31 Juli," papar Perwakilan Panitia Pelaksana Jabar Budi Bram.
Pihak pengelola memastikan pengerjaan sarana fisik stadion terus mengalami peningkatan kualitas demi menyambut tim peserta.
"Persiapan masih terus berlanjut. Bahkan kemarin Stadion Si Jalak Harupat juga sudah dilakukan asesmen dan dinyatakan memenuhi syarat, alhamdulillah ada peningkatan kualitas," tuturnya.
Selain regulasi kehadiran penonton yang akan diselaraskan dengan aturan turnamen, detail pemesanan tiket resmi segera dipublikasikan dalam waktu dekat.
"Masalah tiket pasti bakal ada informasi yang sangat akurat dan detail dalam waktu dekat, termasuk cara pemesanan dan penukaran. Sementara untuk regulasi larangan suporter away, sifatnya ini kan turnamen, kami akan koordinasikan dan cari informasi selengkap-lengkapnya terlebih dahulu," kata Bram.
Sebagai wujud nyata jaminan keamanan di Jawa Barat, Polda Jabar bersama Polresta Bandung secara resmi menggelar Operasi Garuda II Lodaya 2026 yang akan berlangsung selama 16 hari sejak 23 Juli hingga 7 Agustus 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow