Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur Bank Indonesia dan Pasar Bereaksi Negatif

Smallest Font
Largest Font

Pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) mengejutkan banyak pihak dan memicu reaksi negatif pasar keuangan di Indonesia, seperti pelemahan nilai tukar rupiah dan koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dilansir dari Investor Daily.

Nilai tukar rupiah melemah menembus Rp18.000 per dolar AS, sementara IHSG ikut terkoreksi yang menunjukkan sensitivitas pasar terhadap perubahan kepemimpinan di bank sentral, menurut Investor Daily.

Sejak dilantik pada Mei 2018 menggantikan Agus Martowardojo, Perry memimpin BI melewati berbagai guncangan ekonomi global seperti perang dagang AS-Tiongkok, pandemi Covid-19, lonjakan inflasi dunia, dan era suku bunga tinggi di negara maju. Pada 2023, DPR mempercayakan kembali kepemimpinan BI kepadanya hingga 2028.

Kekuatan Perry terletak pada kemampuannya menjaga keseimbangan antara stabilitas moneter dan pertumbuhan ekonomi.

Ketika tekanan terhadap rupiah meningkat, BI tidak ragu menaikkan suku bunga acuan. Namun, pada saat yang sama, bank sentral juga mengoptimalkan berbagai instrumen makroprudensial agar penyaluran kredit tetap berjalan dan aktivitas ekonomi tidak tertekan secara berlebihan, kata Investor Daily.

Di bawah kepemimpinannya, BI mempercepat transformasi sistem pembayaran lewat QRIS dan BI-FAST serta memperkuat pasar keuangan domestik dengan penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang menarik modal asing besar untuk menjaga stabilitas rupiah.

Pengunduran diri Perry memunculkan spekulasi terkait alasan pribadi, dinamika politik, dan perubahan kelembagaan pasca revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Pemerintah telah menunjuk Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI sampai gubernur definitif ditetapkan sesuai mekanisme yang berlaku.

Penunjukan tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga kesinambungan kebijakan moneter di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, ujar Investor Daily.

Tantangan berikutnya adalah mencari pengganti Perry dengan integritas, independensi, kemampuan membaca dinamika global, dan kredibilitas yang diakui pasar.

Kepercayaan merupakan modal utama bank sentral. Ketika kepercayaan itu terganggu, biaya yang harus ditanggung perekonomian bisa jauh lebih besar daripada sekadar gejolak jangka pendek di pasar keuangan, tambah Investor Daily.

Pemerintah diharapkan menjaga independensi Bank Indonesia agar bank sentral dapat mengambil keputusan moneter secara profesional tanpa tekanan politik jangka pendek, sebagai fondasi stabilitas rupiah dan kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed