Pemda DIY Salurkan Bantuan Rp 1 Miliar untuk Gempa NTT
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menyalurkan bantuan kemanusiaan serta alokasi biaya hidup bagi mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur yang terdampak bencana gempa bumi pada Rabu, 19 Agustus 2026, sebagaimana dilansir dari Investor Daily. Penyaluran bantuan tersebut dialokasikan untuk meringankan beban masyarakat di lokasi bencana sekaligus memastikan keberlangsungan pendidikan para pelajar asal NTT yang sedang menempuh studi di Yogyakarta. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan aksi kepedulian wilayahnya terhadap kawasan yang dilanda bencana merupakan bagian dari kewajiban moral yang dipertahankan sejak lama.
"Jogja ini punya tradisi setiap ada gempa di mana pun di wilayah Indonesia, kami membantu," ujar Sri Sultan di Yogyakarta, Rabu (19/8/2026).
Dukungan tersebut juga difokuskan agar para pelajar yang keluarganya terdampak krisis finansial akibat bencana tidak mengalami putus sekolah. "Daripada mereka putus sekolah (drop out) saat belajar di Jogja, lebih baik Pemda membantu biaya hidup (living cost) agar mereka tetap bisa menyelesaikan pendidikannya," kata Sri Sultan.
Rincian alokasi dana tanggap darurat yang dialirkan langsung kepada Pemerintah Provinsi NTT dicatat mencapai nominal Rp 1 miliar. "Bantuan keuangan tanggap darurat sebesar Rp1 miliar ini akan diserahkan kepada Pemprov NTT untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak," jelas Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti.
Dinas Kesehatan DIY turut menyiagakan perlengkapan obat-obatan serta logistik medis senilai Rp 38 juta dengan menggandeng mitra strategis seperti MDMC, FKKMK UGM, JNE, dan YAKKUM Emergency Unit. Selain itu, kolaborasi Bank Indonesia, OJK, dan BPD DIY berhasil mengumpulkan dana Rp 90 juta melalui Baznas DIY. Guncangan gempa bumi di NTT berimbas pada kerusakan infrastruktur rumah permukiman, gangguan jaringan listrik, hingga lumpuhnya saluran komunikasi di beberapa wilayah.
"Rumah kami di NTT kondisinya cukup parah. Namun, alhamdulillah orang tua dan seluruh keluarga hingga komunikasi terakhir dalam keadaan sehat dan selamat," ungkap salah satu mahasiswa asal NTT di Yogyakarta, Cornelisiano Ligilonga.
Meski kendala listrik dan sinyal komunikasi masih terjadi di kawasan terpencil, proses pendistribusian bantuan di lingkungan permukimannya dilaporkan mulai berjalan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow