Jenazah Komedian Temon Dimakamkan di TPU Tanah Kusir

Smallest Font
Largest Font

Komedian sekaligus aktor Simson Rarameha Ngadang, yang dikenal dengan nama panggung Temon, dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Senin (13/7/2026) siang. Temon sebelumnya mengembuskan napas terakhir pada Minggu (12/7/2026) pagi akibat serangan jantung setelah sempat mengeluh sakit dan dirawat di RSUD Mampang Prapatan.

Prosesi pemakaman berjalan khidmat dengan dihadiri keluarga, kerabat, serta sejumlah rekan sesama artis seperti Daus Mini dan komedian senior Tarzan Srimulat. Berdasarkan pantauan Kompas.com, peti jenazah berwarna putih tiba di lokasi pukul 12.15 WIB dan langsung digotong menuju liang lahat.

Istri mendiang Temon, Mae, tidak kuasa menahan air mata mendampingi proses pemakaman tersebut sembari menaburkan bunga ke arah liang lahat.

"Selamat jalan sayang, sampai kita ketemu lagi. I know you sayang," lirih Mae.

"Sampai bertemu lagi, sayang," dia.

Putri Temon, Reca, mengenang sang ayah sebagai sosok yang gemar menghabiskan waktu bersama keluarga dan sering membangunkan anak-anaknya hanya untuk sekadar mengobrol.

"Ya paling kalau kita lagi tidur aja sih, dibangunin, bilangnya ini bilangnya itu padahal mah enggak, cuma minta ditemenin aja, kan dia pengennya tuh diajak ngobrol," kata Reca.

Putra Temon, Rico, membenarkan kebiasaan usil sang ayah yang hampir dilakukan setiap hari tersebut.

"Emang suka usil sih. Kadang kalau dia lagi istirahat, yaudah kita diemin istirahat, giliran kalau kita lagi istirahat diusilin sama dia, digangguin, disuruh bangun, diajak ngobrol," tutur Rico.

Rico menceritakan bahwa setelah anak-anaknya terbangun, sang ayah justru sering langsung pergi tidur.

"Udah habis itu ditinggal aja sama dia tidur. Tapi kita cuman nemenin dia doang," kata Rico.

Rico juga menambahkan bahwa Temon merupakan sosok penyayang yang jarang memarahi anak-anaknya dalam waktu lama.

"Sehari doang juga kalau marah, enggak pernah lama," imbuh dia.

Rico kemudian mengungkapkan bahwa rekan duet komedi ayahnya, Abdel Achrian, sempat menghubungi keluarga melalui sambungan telepon pada Minggu malam sambil menangis karena sedang berada di Amerika Serikat.

"Kemarin terakhir, semalem Cing nelpon, Cing Abdel. Cing nangis, dia bilang minta maaf enggak bisa nganter Papa," ungkap Rico.

Abdel juga menitipkan pesan mendalam serta janji kepada keluarga besar mendiang sahabatnya tersebut.

“Kalau dari saya sih kemaren cing Abdel kemarin nelepon pas semalem minta maaf nggak bisa nganterin papa ke peristirahatan terakhir,” ujar Rico.

Abdel pun menyatakan keinginannya untuk langsung berziarah begitu kembali ke tanah air.

“Nanti kalau udah pulang ke Indonesia minta anterin ke papa,” ujarnya.

Abdel juga menegaskan komitmennya untuk mendampingi keluarga Temon yang ditinggalkan.

“Cing abdel Cuma bisa janji bakal ngejagain sekeluarga, ngejagain mama, adik-adik, semuanya bakal dijagain,” tutup Rico.

Rico menjelaskan bahwa persahabatan antara ayahnya dan Abdel sudah terjalin lebih dari 30 tahun sejak tahun 1992.

"Pertemanan (Abdel dan Temon) itu udah sama kayak umur saya. Udah 30 tahun. Dari 92 kalau enggak salah.

Jadi kita udah dianggap anak sendiri sama Cing. Udah sedeket itu," tambah Rico.

Komedian senior Tarzan Srimulat turut menyampaikan rasa terkejutnya karena selama ini tidak pernah mendengar kabar mendiang sedang menderita sakit.

"Maklum dia lulusan UI," tutur Tarzan.

Tarzan menambahkan bahwa ia kerap meminta bantuan mendiang untuk menyusun serta mengembangkan materi setiap kali mendapatkan undangan acara komedi.

"Jadi saya kaget juga itu, tadinya kan banyak bercanda. Ketemu kan sehat-sehat, saya tidak pernah mendengar dia sakit loh," ungkap Tarzan.

Tarzan menyatakan kebiasaan bergurau tersebut menjadi salah satu kenangan yang paling tidak bisa dilupakan bersama almarhum.

"Saya kadang-kadang membuat makalah, minta tolong Temon dulu. Saya memberi intinya, tapi pengembangan itu Temon. Ini tidak bisa saya lupakan," ujar Tarzan.

Duka mendalam juga dirasakan oleh komika Mongol yang menilai almarhum sebagai figur senior yang sangat rendah hati serta suportif terhadap karier juniornya.

"Beliau adalah sosok abang yang bener-bener abang, mentor, sahabat yang bener-bener tidak merasa dia lebih unggul," tutur Mongol dilansir dari kumparan.com.

Sebelum meninggal dunia, Temon sempat membagikan momen bahagia pada bulan Juni lalu saat merayakan kelulusan putrinya, Rambu, yang meraih predikat cumlaude dari fakultas hukum.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed