Pelatih LAFC Rotasi Skuad Jelang Laga Kontra Colorado Rapids
Pelatih Los Angeles FC Marc Dos Santos mengonfirmasi bakal melakukan rotasi menit bermain untuk mengatasi krisis kebugaran para pemain pilar, termasuk Son Heung-min, menjelang laga tandang Major League Soccer melawan Colorado Rapids pada 20 Agustus 2026.
Langkah rotasi tersebut diambil manajemen tim setelah LAFC menjalani jadwal padat delapan pertandingan sepanjang bulan Agustus. Keputusan ini juga dipicu oleh kegagalan tim melaju ke perempat final League Cup serta penurunan performa akibat kelelahan fisik skuad.
Dos Santos membeberkan bahwa kepadatan jadwal kompetisi memaksa jajaran pelatih memeras tenaga para pemain hingga batas maksimal. Kondisi tersebut berisiko memicu cedera pada sejumlah pilar penting jelang laga lanjutan liga di markas Colorado Rapids dan Portland Timbers.
"Pekan ini adalah pekan terakhir dari jadwal padat di bulan Agustus. Kami memainkan delapan pertandingan selama sebulan, dengan pertandingan pada hari Rabu dan Sabtu setiap pekan, jadi kami harus mendorong para pemain dengan sangat keras," kata Pelatih LAFC Marc Dos Santos.
Manajemen klub menyoroti komposisi skuad yang memiliki rata-rata usia tertua kedua di MLS. Hal ini membuat pengelolaan waktu bermain bagi pemain senior menjadi krusial agar performa tim tidak terus merosot di papan klasemen.
"Saya merasa beberapa pemain didorong terlalu jauh. Beberapa bahkan hampir mengalami cedera. Mempertimbangkan pertandingan tandang Colorado yang akan datang dan pertandingan Portland Timbers berikutnya, penting untuk mengurangi kelelahan pemain," tutur Marc Dos Santos.
Kondisi fisik Son Heung-min menjadi perhatian utama lantaran selalu turun sebagai starter sejak jeda Piala Dunia 2026. Penyerang asal Korea Selatan itu sempat mencetak empat gol beruntun di liga, namun kemudian mandul dalam empat laga resmi terakhir akibat penurunan stamina.
"LAFC memiliki rata-rata usia tertua kedua di MLS. Oleh karena itu, kami harus mengelola waktu bermain pemain di kelompok usia tertentu secara hati-hati," ucap Marc Dos Santos.
Kekalahan 0-1 dari San Diego FC pada pertandingan sebelumnya membuat posisi LAFC melorot ke peringkat ketiga Wilayah Barat dengan koleksi 34 poin. Manajemen mengakui kegagalan menambah amunisi baru pada bursa transfer memperparah situasi rotasi pemain.
"Secara pribadi, saya ingin Son Heung-min selalu bermain karena tim jauh lebih mengancam saat dia berada di lapangan. Namun, tidak realistis mengharapkan satu pemain mempertahankan performa puncak sambil bermain tiga pertandingan seminggu selama beberapa minggu berturut-turut," kata Marc Dos Santos.
Kekecewaan tim makin bertambah setelah mereka dipastikan gugur lebih awal pada fase grup League Cup akibat menempati peringkat kelima klasemen akhir. Hasil tersebut memberikan pukulan mental yang cukup telak bagi jajaran pelatih dan pemain.
"Kami harus memberikan perhatian khusus tidak hanya kepada Son Heung-min tetapi juga kepada pemain kunci seperti Denis Bouanga," ujar Marc Dos Santos.
LAFC kini harus mengarungi laga tandang ke Colorado sebelum langsung kembali ke Los Angeles untuk bersiap menghadapi Portland Timbers dengan waktu istirahat yang amat singkat.
"Meskipun seluruh skuad akan bepergian ke Colorado, mempertimbangkan jadwal kembali ke Los Angeles lebih awal pada pagi hari setelah pertandingan dan menghadapi Portland hanya dengan satu hari persiapan, kami akan mendistribusikan waktu bermain dalam pertandingan ini," tutur Marc Dos Santos.
Kegagalan melangkah jauh di kompetisi League Cup juga menyisakan kekecewaan mendalam lantaran tim telah menurunkan kekuatan penuh di setiap pertandingan.
"Kami tidak dapat sepenuhnya mengisi posisi yang ingin kami perkuat di pasar transfer ini, jadi kami tidak punya pilihan selain menggunakan pemain yang ada secara berlebihan," kata Marc Dos Santos.
Jajaran pelatih optimistis ritme pertandingan tim akan kembali normal usai melewati rangkaian jadwal padat pada akhir Agustus ini.
"Setelah kita melewati jadwal padat ini, kita akan kembali ke ritme normal dengan hanya memainkan satu pertandingan per minggu," ucap Marc Dos Santos.
Sebelumnya, evaluasi mendalam juga dilakukan pelatih seusai kekalahan dramatis di ajang League Cup yang menguras fisik serta mental anak asuhnya.
"Memang benar ada pukulan mental," kata Marc Dos Santos.
Kekalahan tersebut dinilai menyisakan rasa hampa lantaran seluruh energi pemain telah terkuras di lapangan tanpa membuahkan hasil manis.
"Bahkan jika Anda memberikan segalanya untuk mencapai final atau perebutan tempat ketiga, kalah pada akhirnya berarti mencurahkan begitu banyak energi untuk hal yang sia-sia. Pada akhirnya, Anda tidak bisa tidak merasa hampa," ujar Marc Dos Santos.
Masalah kebugaran pemain diakui menjadi kendala utama dalam mempertahankan konsistensi permainan di atas lapangan dalam beberapa pekan terakhir.
"Meskipun para pemain fokus secara mental dan bersemangat untuk memberikan hasil, jika Anda bertanya apakah mereka berada di puncak fisik mereka, jawabannya adalah tidak. Kami telah mendorong pemain kami ke batas mereka baru-baru ini. Kami tidak dapat dengan cepat mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh pemain yang pergi selama jendela transfer, memaksa kami untuk menggunakan anggota skuad yang ada secara berlebihan," tutur Marc Dos Santos.
Pelatih menegaskan komitmennya untuk tetap menurunkan komposisi tim terbaik demi meraih kemenangan di setiap ajang yang diikuti.
"Sebagai pelatih LAFC, Anda harus menurunkan susunan pemain terbaik di setiap pertandingan dan membidik kemenangan turnamen. Mencurahkan segalanya ke dalam setiap pertandingan adalah tugas LAFC. Saya tidak ingin menjadi manajer yang memperlakukan pertandingan secara santai dengan alasan rotasi," ucap Marc Dos Santos.
LAFC dijadwalkan langsung bertolak menuju Colorado usai sesi latihan untuk melakoni laga lanjutan MLS di Dick's Sporting Goods Park.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow