PBSI Pindahkan Bagas Maulana ke Ganda Campuran Bersama Indah Cahya Jamil

Smallest Font
Largest Font

Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) memutuskan memindahkan Bagas Maulana dari sektor ganda putra ke ganda campuran dan memasangkannya dengan Indah Cahya Sari Jamil. Pasangan baru ini dijadwalkan menjalani debut pada Pontianak International Challenge 2026.

Bagas Maulana sebelumnya dikenal sebagai pemain ganda putra yang selalu berperan sebagai pemain belakang dengan kekuatan serangan yang menjadi modal penting untuk sektor ganda campuran. Pelatih ganda putra Antonius Budi Ariantho menilai karakter bermain Bagas sangat cocok dengan peran dominan di belakang dalam nomor ganda campuran.

"Kalau dari Bagas itu kan istilahnya secara teknik memang pemain belakang ya, serangan, ya. Sedangkan mix cenderung cowoknya di belakang terus, ya kan? Lebih dominan 70 persenan di belakang. Jadi, sebetulnya cocok (peran ini) sama Bagas, dengan posturnya, dengan power-nya, ya enggak ada salahnya dicoba," ujar Anton di Pelatnas PBSI pada 4 Agustus 2026.

Anton optimistis Bagas tidak akan kesulitan beradaptasi karena selama ini posisinya memang selalu di belakang, sama seperti yang dibutuhkan dalam ganda campuran.

"Secara teknik, dia posisinya selalu kan sama Leo di belakang, sama Putra pun begitu. Pernah sama si Fikri, posisinya di belakang. Sedangkan mix double kan cenderung... sama, cowoknya kan di belakang terus. Ya mudah-mudahan bisa prestasi," tambah Anton.

Eng Hian, Kabid Binpres PBSI, menjelaskan bahwa perpindahan Bagas ke ganda campuran merupakan hasil diskusi bersama tim pelatih dan merupakan bagian dari pengembangan karier pemain.

"Bagas Maulana telah menyampaikan keinginannya untuk beralih fokus dari sektor ganda putra ke ganda campuran," kata Eng Hian dalam rilis resmi PBSI.

Eng Hian menambahkan bahwa PBSI memberi kesempatan bagi Bagas untuk menjalani proses transisi tersebut secara bertahap dan akan terus dievaluasi berdasarkan performa di lapangan.

"Tentunya proses ini akan dilakukan secara bertahap dan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan performanya di lapangan," ujarnya.

Selain itu, Eng Hian menjelaskan bahwa pasangan Bagas dan Indah merupakan langkah awal penyegaran dan eksperimen mencari opsi baru di sektor ganda campuran.

"Sebagai langkah awal, pada Polytron Pontianak International Challenge 2026 kami memutuskan memasangkan Bagas dengan Indah Cahya Sari Jamil," ujar Eng Hian.

"Melalui turnamen ini, kami ingin melihat potensi, chemistry, serta kecocokan karakter permainan keduanya dalam pertandingan resmi," tambahnya.

Di sisi lain, PBSI juga sedang mencari pasangan baru untuk Adnan Maulana setelah Indah Cahya Sari Jamil dipasangkan dengan Bagas Maulana. Namun, posisi Adnan di Pelatnas PBSI Cipayung tetap aman dan ia masih menjalani program latihan seperti biasa.

"Tentu nanti akan dicarikan pasangannya," kata Eng Hian tentang rencana pasangan baru untuk Adnan.

Langkah perombakan ini merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh PBSI menjelang Kejuaraan Dunia 2026 di India dan persiapan Asian Games 2026. Evaluasi juga mempertimbangkan aspek fisik dan kondisi medis pemain agar mendapat waktu pemulihan optimal.

"Bukan hanya di masalah teknis, tapi kami juga melihat dari record banyak lah, medis segala macam. Ternyata memang butuh waktu untuk istirahat, macam untuk recovery, rehat dulu segala macam. Seperti itu," ujar Eng Hian.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed