Pasar Kripto Alami Pergeseran Dinamika Pada Semester I-2026
Dinamika pasar kripto global, terutama Bitcoin, mengalami perubahan signifikan sepanjang semester I-2026. Laporan Binance yang dikutip dari Investor Daily menunjukkan pendorong pasar tidak lagi bertumpu pada likuiditas bank sentral atau ekspansi valuasi. Kinerja aset digital saat ini lebih banyak ditentukan oleh disiplin moneter, tingginya investasi kecerdasan buatan, serta realisasi kinerja keuangan perusahaan.
Penataan ulang jangkar makro terjadi akibat pergeseran ekspektasi terhadap kebijakan moneter global. Langkah hawkish The Fed yang berpotensi menaikkan suku bunga sebesar 80 persen pada Desember 2026 menjadi penekan utama. Di saat bersamaan, lonjakan pengeluaran untuk infrastruktur AI turut memperketat kondisi ekonomi Amerika Serikat.
Investasi perangkat keras AI menyumbang hampir 40 persen terhadap PDB kuartal I-2026 AS. Kebutuhan besar atas pusat data, pasokan energi, dan cip memicu kekhawatiran analis terkait risiko tingginya inflasi yang dapat memicu kenaikan suku bunga lanjutan.
Kinerja Bitcoin Tertekan dibanding Pasar Saham
Kondisi ini menciptakan kontras dibanding pasar saham AS seperti S&P 500 yang justru menguat 18,5 persen dalam setahun. Penguatan bursa saham didukung oleh ekspektasi kenaikan laba bersih perusahaan.
Sebaliknya, Bitcoin menutup paruh pertama tahun ini pada level US$ 59.500. Angka tersebut menandai penurunan 33 persen sejak awal tahun sekaligus anjlok lebih dari 50 persen dari rekor tertinggi US$ 126.000 pada Oktober 2025.
Sinyal Pemulihan pada Kuartal IV-2026
Meskipun tertekan tiga kuartal berturut-turut, sejumlah indikator teknis menunjukkan fase akhir koreksi mulai terlihat. Sebanyak 10,83 juta BTC berada dalam posisi rugi belum terealisasi, sementara 9,22 juta BTC masih mencatatkan keuntungan.
Dominasi pasar Bitcoin tetap bertahan kuat pada kisaran 57 hingga 60 persen. Kondisi tersebut menandakan investor tetap menjadikan Bitcoin sebagai aset aman utama dibanding beralih ke altcoin.
Di sisi lain, proporsi pasokan Bitcoin yang diam tidak berpindah tangan minimal lima tahun meningkat dari 30,7 persen menjadi lebih dari 33 persen. Pemegang jangka panjang terbukti tetap bertahan meski arus masuk modal ETF sempat negatif dan penambang meningkatkan penjualan cadangan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow