Moonton Buka Jalur Baru MCT SEA Menuju M8 World Championship 2026
Moonton Games meluncurkan turnamen MLBB SEA Championship Tour untuk membuka jalur baru bagi tim akademi dan komunitas menuju M8 World Championship 2026. Pembukaan jalur ini diumumkan bersamaan dengan dimulainya kompetisi MPL Philippines Season 18 di Quezon City pada 21 Agustus 2026.
Turnamen MCT SEA ini diikuti oleh 12 tim dari Asia Tenggara yang memperebutkan total hadiah sebesar 50.000 dolar AS. Dua tim teratas akan langsung lolos ke Main Stage M8 World Championship di Istanbul, sedangkan peringkat ketiga dan keempat akan mendapatkan tiket ke babak M8 Wild Card.
Juara MDL Philippines nantinya bakal bertanding melawan juara MDL Indonesia dan MAL Malaysia untuk mengamankan satu tempat di Knockout Playoffs Stage MCT SEA. Pada laga pembuka MPL PH Season 18, Team Falcons sukses menumbangkan juara bertahan Team Liquid Philippines dengan skor 2-1 melalui aksi pembalikan kedudukan.
Head of Business Development and Partnerships Esports Moonton Games Filipina, Lee Viloria, menegaskan peran vital ekosistem kompetisi lokal dalam strategi globalisasi MLBB.
"MLBB Esports telah memasuki era baru globalisasi, dan Filipina memiliki peran unik di dalamnya. Kami tidak hanya membawa warisan negara juara ke panggung dunia. Kami membangun ekosistem yang menghubungkan talenta Filipina dari kompetisi lokal ke Asia Tenggara, dan akhirnya ke panggung global.
MPL PH akan terus menetapkan standar dalam perjalanan menuju M8. Melalui MCT SEA, MDL PH kini menjadi bagian dari jalur regional yang lebih luas, memberikan kesempatan bagi tim-tim berkembang untuk meraih tempat melawan yang terbaik di Asia Tenggara dan bertanding dalam kerangka global MLBB Esports. Seiring peringatan ulang tahun ke-10 MLBB, ambisi kami adalah memastikan Filipina tidak hanya tetap menjadi Rumah Para Juara, tetapi juga kekuatan utama dalam membentuk seperti apa dekade berikutnya dari MLBB Esports global," kata Lee Viloria.
Ia menambahkan bahwa skema baru ini dirancang untuk menjawab ketidakpastian masa depan tim-tim semi-profesional yang selama ini terbatas pada liga domestik.
"Untuk waktu yang lama, ya, kita memiliki MPL. Namun setelah perjalanan mereka dalam satu musim di MDL, biasanya apa selanjutnya? Tapi sekarang, dengan program bernama MCT, kami telah memiliki platform bagi tim-tim semi-pro kami untuk menemukan dan membuktikan bahwa tim-tim yang tidak terdaftar dalam liga franchise juga dapat bertanding di panggung internasional," ujar Lee Viloria.
Peraih dua medali emas Olimpiade sekaligus penggemar MLBB, Carlos Yulo, menyampaikan pandangannya mengenai beban serta rasa bangga atlet esports saat membawa nama bangsa.
"Apa yang diperjuangkan oleh atlet esports kita—saya tahu bahwa, tentu saja sebagai orang Filipina, kita tidak ingin dikalahkan oleh negara lain. Kita ingin memberikan yang terbaik, terutama di esports. Kita sangat kompetitif.
Bagi saya, ini adalah tanggung jawab yang berat untuk semua atlet. Sebelumnya, saya pikir ini hanya tentang diri saya sendiri—saya pikir saya hanya berada di sana sebagai individu. Namun setelah itu, saya mengalami dan menyadari bahwa ini bukan hanya tentang saya; ini tentang negara saya.
Banyak orang yang mendukung kita dan berdoa untuk kita. Sangat banyak orang Filipina yang benar-benar hebat di setiap bidang," kata Carlos Yulo.
Sementara itu, pemilik tim MDL Philippines Team Fuego, Jon Arvin Tenoria, menilai jalur terpadu ini memberikan harapan baru bagi pemain akar rumput.
"MCT SEA adalah kesempatan besar bagi para pemain untuk akhirnya bertanding di panggung internasional. Sebelumnya, bergabung dengan MDL Philippines dapat mengarah pada transfer ke liga profesional, sementara memenangkan gelar MDL lokal sudah dianggap sebagai tujuan akhir," kata Jon Arvin Tenoria.
Tenoria mengungkapkan bahwa kejelasan struktur kompetisi membuat para pemain lebih termotivasi untuk meniti karier dari tingkat bawah.
"Ketika mereka menyebut MDL, mereka bertindak seperti, 'Apa gunanya bergabung dengan MDL?' Sebagian besar pemain Filipina sebelumnya tidak berharap untuk bergabung dengan MDL karena mereka tidak melihat masa depan darinya. Namun karena jalur terpadu menuju M8 ini, orang Filipina akan terdorong untuk bergabung dan bertanding," ujar Jon Arvin Tenoria.
Ia juga menekankan bahwa aktivitas bermain gim tidak boleh dipandang secara sempit atau disalahkan atas dinamika perilaku remaja.
"Ketika Anda melihat gim hanya sebagai gim, orang bisa memandangnya sebelah mata. Orang-orang cenderung lupa bahwa Mobile Legends dan judul-judul lainnya juga merupakan esports. Esports bukan sekadar gim. Ini dapat membantu anak-anak yang bermimpi untuk bertanding dengan cara mereka sendiri di panggung global," tutur Jon Arvin Tenoria.
Mantan tenaga pendidik tersebut menilai perlunya cara pandang yang lebih luas dalam melihat faktor perkembangan anak.
"Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi seorang anak. Kita tidak bisa mengatakan, menurut saya pribadi, bahwa dia menjadi seperti ini karena dia bermain gim. Itu alasan yang terlalu kolektif. Esports dan video gim bukan satu-satunya alasan," ungkap Jon Arvin Tenoria.
Menurut Tenoria, skema ekosistem terbuka ini memberikan kepastian masa depan bagi tim independen yang tidak memiliki dana besar untuk membeli lisensi franchise.
"Bukan lagi hanya perusahaan-perusahaan besar yang akan bertanding di worlds. Ada kesempatan bagi tim-tim akar rumput dan pemain-pemain yang bercita-cita tinggi, meskipun jauh dan sulit, dan katakanlah, mereka benar-benar melewati lubang jarum. Karena ada begitu banyak yang harus mereka kalahkan untuk sampai ke M8, namun intinya adalah ada kesempatan.
Ada harapan bagi tim-tim yang bukan franchise. Ada masa depan bagi tim-tim yang, katakanlah, tidak se-kaya itu untuk membeli slot di MPL. Ada masa depan bagi pemain-pemain yang bercita-cita tinggi karena adanya MCT ini," pungkas Jon Arvin Tenoria.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow