Mobil Drag Race Tabrak Penonton di Kotamobagu Korbankan 17 Orang

Smallest Font
Largest Font

Insiden maut menimpa ajang Turnamen Tidar Drag Race Championship 2026 di Jalan AP Mokoginta, Kotamobagu Timur, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, Minggu (9/8/2026) pukul 15.50 Wita, setelah sebuah mobil balap hilang kendali dan menabrak kerumunan penonton. Peristiwa tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia dan sembilan orang lainnya mengalami luka-luka, sebagaimana dilansir dari Detik Oto.

Kecelakaan terjadi saat pengemudi bernama Tian Ngantung dari Tim Mc Joe memacu kendaraannya pada kategori kelas FFA (Free For All). Namun, kendaraan yang melaju kencang tersebut mengalami masalah teknis saat mendekati garis finis hingga akhirnya oleng dan menerobos pagar pembatas.

"Total 17 yang jadi korban, 8 sudah meninggal, 9 luka dirawat," kata Plt Kasi Humas Polres Kotamobagu AKP Joko Setiyono.

Arena balap liar resmi tersebut diketahui hanya dipasangi sarana pengaman seadanya berupa tali dan pagar ringkih di sepanjang lintasan. Saat mobil kehilangan kendali ke arah kiri, pagar pembatas tidak mampu menahan laju kendaraan sehingga langsung menghantam penonton di area garis finis.

"Namun, saat memasuki titik finis sirkuit, mobil tersebut mengalami masalah," kata AKP Joko Setiyono.

Petugas gabungan dari tim medis, panitia penyelenggara, serta personel kepolisian langsung melakukan tindakan evakuasi di lokasi kejadian. Seluruh korban tewas maupun luka-luka segera dilarikan ke RS Monompia dan RSUD Kotamobagu di Pobundayan.

"Ketika mobil yang dikendarai oleng ke sisi kiri sirkuit, mobil menabrak warga yang menonton di pagar pembatas sebelah kiri titik finis area sirkuit," kata AKP Joko Setiyono.

Sistem keamanan di area penonton menjadi sorotan tajam dari pakar keselamatan jalan raya menyusul tingginya jumlah korban jiwa dalam ajang balap tersebut.

"Drag race itu jelas melibatkan kecepatan, kemudian ada penonton yang rentan berada di jalan dan sepertinya itu jalan aspal yang mulus, itu juga lurus serta kendaraan jelas sudah ada modifikasinya," kata Erreza Hardian, Anggota Kebijakan dan Advokasi Berkendara Direktorat Keselamatan Berkendara Ikatan Motor Indonesia (IMI).

Atraksi balap mobil berkecepatan tinggi memang kerap menyedot perhatian masyarakat yang menganggap pihak penyelenggara telah mengantisipasi seluruh risiko keamanan, padahal standar keselamatan di lapangan sering kali diabaikan.

"Jadi inilah yang memicu banyak korban. Wajar para penonton tidak melihat bahaya di situ apalagi ada risikonya," kata Erreza Hardian.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed