Mazda Resmikan Fasilitas Perakitan Pertama di Citeureup Bogor
PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) selaku Agen Pemegang Merek (APM) Mazda di Indonesia meresmikan fasilitas perakitan pertama mereka yang berlokasi di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Langkah ini menjadi tonggak sejarah baru sejak perusahaan memegang keagenan merek tersebut pada tahun 2017 silam.
Fasilitas bernama Mazda Indonesia Plant ini dibangun secara eksklusif dan didedikasikan khusus untuk kendaraan Mazda, bukan berupa jalur perakitan bersama. Dilansir dari Detik Oto, seluruh peralatan, metode kerja, hingga proses produksi dirancang spesifik demi memenuhi standar manufaktur global brand asal Jepang tersebut.
Alur produksi di pabrik ini mengintegrasikan seluruh tahapan secara terstandarisasi. Proses dimulai dari penerimaan komponen Completely Knocked Down (CKD), pengelolaan material lewat Warehouse Management System (WMS), kitting, hingga distribusi komponen ke setiap stasiun perakitan sesuai urutan digital.
Seluruh aktivitas kerja dipantau melalui Manufacturing Execution System guna menjamin ketertelusuran yang tinggi. Setelah perakitan rampung, setiap unit mobil wajib melewati uji kualitas menyeluruh, meliputi body setting, wheel alignment, hingga dynamic test pada sirkuit khusus yang mensimulasikan beragam karakter jalan nyata.
Prosedur pengujian dilanjutkan dengan Water Leak Test, Under Body Inspection, Final Inspection, serta Product Audit. Semua hasil inspeksi akhir tersebut kemudian dievaluasi di Audit Room berdasarkan parameter Mazda Quality Index for Customer (MQI) sebelum mobil dikirim ke konsumen.
"Ke depan, Mazda Indonesia Plant akan menjadi fondasi bagi pengembangan manufaktur Mazda di Indonesia, mulai dari pengembangan model-model baru, peningkatan kapasitas produksi secara bertahap, hingga penguatan kolaborasi dengan industri pendukung nasional," ujar Ricky Thio, President Director PT Eurokars Produksi Pratama sekaligus Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia.
"Kami ingin memastikan bahwa investasi ini tidak hanya menghadirkan kendaraan berkualitas global, tetapi juga menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi pelanggan, masyarakat, dan industri otomotif Indonesia," kata Ricky Thio.
Proyek manufaktur ini juga mengusung misi transfer pengetahuan kepada tenaga kerja lokal dengan pembekalan filosofi Monozukuri, semangat Takumi Craftsmanship, serta zero defect mindset. Melalui kucuran dana investasi senilai lebih dari Rp400 miliar, fasilitas ini berdiri di atas lahan seluas hampir 65.000 meter persegi.
Pada fase awal operasional, lini produksi teranyar ini difokuskan untuk merakit model Mazda CX-30. Pabrik tersebut diproyeksikan memiliki kapasitas produksi mencapai lebih dari 10.000 unit per tahun melalui skema operasional dua shift kerja.
"Mazda Motor Corporation mendukung pengembangan Mazda Indonesia Plant melalui transfer pengetahuan manufaktur, sistem produksi, praktik manajemen kualitas, serta pengembangan kapabilitas Sumber Daya Manusia," ujar Toru Nakajima, Senior Executive Officer, ASEAN Business Office, Mazda Motor Corporation.
"Kami percaya bahwa kualitas dibangun oleh manusia, disempurnakan melalui proses yang disiplin, dan dipertahankan melalui perbaikan yang berkelanjutan. Karena itu, setiap kendaraan yang dirakit di fasilitas ini harus menghadirkan kualitas, craftsmanship, performa, keandalan, dan pengalaman berkendara yang diharapkan pelanggan Mazda di Indonesia," ucap Toru Nakajima.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow