LPEI Salurkan Kredit USD 8,5 Juta Sokong Ekspor Gerbong INKA ke Selandia Baru

Smallest Font
Largest Font

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mengucurkan fasilitas Kredit Modal Kerja Ekspor dan Penugasan Khusus Ekspor Alat Transportasi (PKE ATP) senilai USD 8,5 juta kepada PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA. Pembiayaan ini disalurkan untuk mendukung pengadaan 340 unit gerbong barang (Wagon) tipe SOW6 ke Selandia Baru.

Seperti dikutip dari Detik Finance, pengerjaan proyek ini merupakan kelanjutan dari pemesanan UGL Rail Service Pty Limited asal Australia. Sarana perkeretaapian tersebut nantinya dioperasikan oleh KiwiRail sebagai pengguna akhir di Selandia Baru, dengan target pengiriman tiga tahap sepanjang tahun 2026.

Hingga periode Januari sampai Juli 2026, PT INKA telah menyelesaikan pengiriman 200 unit gerbong dari fasilitas produksinya di Madiun, Jawa Timur. Sebanyak 20 unit di antaranya baru saja diberangkatkan pada akhir Juli 2026.

Fasilitas pendanaan ini menjadi bentuk dukungan kedua dari Indonesia Eximbank setelah sinergi serupa pada 2024. Kala itu, LPEI memberikan fasilitas senilai USD 11,9 juta kepada anak usaha INKA Multi Solusi (IMS) yang terdiri dari pembiayaan USD 7,7 juta dan penjaminan USD 4,2 juta.

Direktur Pelaksana Bisnis I LPEI, Anton Herdianto, menjelaskan bahwa fasilitas National Interest Account (NIA) ini merupakan instrumen pemerintah melalui Kementerian Keuangan untuk memperkuat industri strategis berorientasi ekspor.

"Melalui fasilitas PKE, LPEI menjalankan mandat negara untuk memastikan produk manufaktur unggulan Indonesia, seperti yang dihasilkan PT INKA, terus memperluas penetrasi ke pasar global. Ekspor wagon ke Selandia Baru membuktikan bahwa produk industri nasional mampu memenuhi standar internasional yang ketat. LPEI akan terus mendukung para eksportir Indonesia melalui pembiayaan, penjaminan, dan asuransi guna mendorong pertumbuhan ekspor serta perekonomian nasional yang berkelanjutan," kata Anton Herdianto pada Selasa (4/8/2026).

Ia menambahkan bahwa skema PKE ditujukan untuk meningkatkan daya saing manufaktur domestik agar mampu bersaing secara global sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia dalam rantai pasok perkeretaapian internasional.

Gerbong tipe SOW6 dirancang secara khusus untuk menyesuaikan spesifikasi teknis dan standar operasional rel kereta di Selandia Baru. Keberhasilan produksi ini mempertegas kapabilitas rekayasa teknik dan manufaktur BUMN Indonesia.

Apresiasi atas dukungan dana tersebut juga disampaikan oleh pihak manajemen manufaktur perkeretaapian nasional tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada LPEI atas dukungan pembiayaan ekspor yang diberikan sehingga PT INKA dapat menyelesaikan produksi sebanyak 250 unit wagon dari total 340 unit sesuai target pengiriman ke Selandia Baru. Kami berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat sehingga LPEI dapat terus mendukung berbagai proyek strategis PT INKA di masa mendatang," kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT INKA, Prihanto Herbowo.

Pengiriman gerbong kereta ini diharapkan membawa dampak berganda (multiplier effect) bagi perekonomian nasional, termasuk optimalisasi penggunaan komponen lokal, penyerapan tenaga kerja, hingga penguatan rantai pasok manufaktur dalam negeri.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed