Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Meningkat hingga Mei 2026
Sektor pariwisata Indonesia mencatatkan penguatan aktivitas yang signifikan hingga Mei 2026 seiring melonjaknya angka kunjungan wisatawan mancanegara serta perjalanan domestik. Sektor akomodasi seperti tingkat okupansi hotel berbintang turut menunjukkan tren pemulihan yang stabil selama periode tersebut, seperti dilansir dari Investor Daily pada Minggu (12/7/2026).
Data terkini menunjukkan kedatangan wisatawan asing pada Mei 2026 menembus angka 1,38 juta kunjungan, tumbuh sebesar 5,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara akumulatif sejak Januari hingga Mei 2026, jumlah kunjungan wisman telah menyentuh angka 6,07 juta atau meningkat sebesar 7,68 persen dibandingkan kuartal yang sama pada 2025.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, memberikan konfirmasi bahwa pergerakan pelancong domestik tetap menjadi pilar utama dalam menyokong industri pariwisata nasional. Strategi kementerian kini berfokus pada penguatan pasar jarak pendek dan menengah tanpa mengabaikan pasar jarak jauh.
"Capaian ini menjadi indikator bahwa pariwisata Indonesia memiliki daya tahan sekaligus tetap menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional yang penting," kata Widi dalam keterangannya, dikutip pada Minggu (12/7/2026).
Lonjakan kunjungan pelancong asing didominasi oleh pasar Asia Tenggara yang melesat naik hingga 11,06 persen menjadi 608.076 kunjungan pada Mei 2026. Sebaliknya, pasar wilayah Eropa justru mengalami penurunan sebesar 5,91 persen akibat pengaruh ketidakpastian geopolitik global yang tengah terjadi.
"Capaian Mei 2026 merupakan capaian kunjungan tertinggi sepanjang tahun berjalan, menunjukkan bahwa minat wisatawan asing terhadap Indonesia tetap kuat," ujar Widiyanti.
Di sektor domestik, pergerakan wisatawan nusantara pada Mei 2026 mencapai 106,16 juta perjalanan berkat adanya momentum libur nasional dan cuti bersama. Secara kumulatif dari Januari sampai Mei 2026, perjalanan domestik menyentuh 523,22 juta perjalanan.
Sementara itu, penurunan justru terjadi pada pergerakan wisatawan nasional yang bepergian ke luar negeri. Pada Mei 2026, perjalanan warga negara Indonesia ke luar negeri turun 6,05 persen menjadi 550.382 perjalanan, sehingga secara kumulatif selama Januari–Mei 2026 mencapai 3,69 juta perjalanan.
Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, memaparkan bahwa penurunan angka perjalanan luar negeri ini linier dengan menguatnya minat masyarakat terhadap destinasi wisata di dalam negeri. Indonesia juga mencatatkan surplus kunjungan sebesar 0,83 juta pada Mei 2026, dan kumulatif sebesar 2,37 juta kunjungan sepanjang tahun berjalan.
"Penurunan perjalanan ke luar negeri terjadi bersamaan dengan meningkatnya perjalanan wisatawan nusantara. Hal ini menunjukkan bahwa daya tarik destinasi dalam negeri tetap kuat dan semakin menjadi pilihan masyarakat Indonesia," kata Ni Luh Puspa.
Kondisi positif ini turut mendongkrak tingkat keterisian kamar hotel berbintang yang menyentuh angka 50,76 persen pada Mei 2026, atau naik 2,48 poin persentase secara tahunan. Secara kumulatif, rata-rata okupansi hotel berada di angka 46,99 persen selama lima bulan pertama tahun ini.
"Kondisi ini mendukung pencapaian net devisa pariwisata yang positif bagi Indonesia," ujarnya.
Peningkatan daya serap akomodasi ini mencerminkan pulihnya ekosistem pariwisata secara menyeluruh karena berkorelasi langsung terhadap pendapatan pelaku usaha lokal.
"Okupansi hotel yang membaik menjadi sinyal positif bagi ekosistem pariwisata karena berhubungan langsung dengan pergerakan wisatawan, pendapatan pelaku usaha, penyerapan tenaga kerja, serta aktivitas ekonomi pendukung di destinasi," kata Ni Luh Puspa.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow