Kemnaker Sebar Peserta Program Magang Nasional 2026 Lebih Merata di Luar Jawa

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengungkap bahwa sebaran peserta Program Pemagangan Nasional 2026 batch 1 angkatan kedua lebih merata dan lebih banyak ditempatkan di luar Pulau Jawa dibandingkan tahun sebelumnya.

Kemnaker mencatat sebanyak 46.160 peserta lolos program magang nasional dengan penempatan yang didorong lebih banyak di luar Jawa, menurut Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah.

"Nah ini fix-nya belum kita hitung karena ini baru kemarin ya, baru kemarin penetapan. Baru hari Kamis kemarin, itu baru penetapan, nanti kita akan hitung, tapi saya lihat secara proporsionalnya ini lebih bagus dari yang tahun kemarin. Kalau saya lihat lebih banyak di luar Jawa dibanding Jawa," ujar Darmawansyah di kantor Kemnaker, Jakarta Selatan.

Darmawansyah menjelaskan bahwa sektor jasa keuangan dan perbankan menjadi bidang yang paling banyak menyediakan posisi magang, diikuti oleh industri manufaktur dan sektor kesehatan yang juga membuka banyak peluang magang.

Ia menegaskan bahwa posisi yang dibuka dalam program Magang Nasional bukan pekerjaan administratif, melainkan profesi yang sesuai dengan kompetensi lulusan perguruan tinggi maupun pendidikan profesi seperti perawat.

"Kalau perusahaan, kalau ini kebanyakan jasa keuangan, keuangan perbankan banyak. Kemudian juga industri manufaktur juga banyak gitu. Kemudian kesehatan ya. Sampai kalau di luar Jawa kita lihat kalau memang dia layak, contoh misalnya klinik juga, untuk nurse kita berikan, rumah sakit kita berikan juga," tutur Darmawansyah.

Kemnaker memperketat proses verifikasi terhadap penyelenggara dan lowongan magang. Perusahaan akan dinilai dari kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan, dan posisi yang ditawarkan juga diperiksa kesesuaiannya dengan kualifikasi peserta.

Lowongan yang tidak sesuai untuk lulusan perguruan tinggi, seperti posisi kasir, front office, dan tenaga penjualan, tidak dimasukkan dalam program ini.

"Kalau jabatan seperti misalnya front office, kasir itu sudah kita hapus. Jadi, memang benar-benar jabatan itu sesuai dengan kompetensi," tutup Darmawansyah.

Informasi ini dilansir dari Detik Finance.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed