Kemendikdasmen Perkuat Kerja Sama Pendidikan dengan Thailand dan Singapura

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat sinergi sektor pendidikan bersama Thailand dan Singapura melalui program pertukaran murid dan guru serta pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI), sebagaimana dilansir dari Detikcom, Minggu (26/7/2026). Kesepakatan bilateral tersebut dibahas oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti dalam rangkaian pertemuan 14th ASEAN Education Ministers Meeting (ASED) di Singapura pada Rabu (22/7/2026). Pemerintah Indonesia merencanakan penandatanganan pembaruan kerja sama dengan pihak Thailand pada bulan depan guna memperkokoh program pendidikan yang sudah berjalan.

"Kami bertemu Menteri Pendidikan Tailan untuk membahas kerja sama antara Indonesia dengan Tailan yang memang sudah sekian lama perjanjian itu berakhir masa berlakunya, walaupun program kerja sama tetap aktif berjalan. Tadi disepakati untuk bulan depan akan ada penandatanganan kerja sama untuk memperkuat program pertukaran guru, pertukaran murid juga tentang pembelajaran AI, hingga pelatihan mengenai AI," ujar Mendikdasmen Abdul Mu'ti dalam keterangan resminya, Minggu (26/7/2026).

Langkah kemitraan ini disambut positif oleh pihak Thailand karena dinilai dapat meningkatkan cakupan pengembangan akademis dan riset antarnegara tetangga di kawasan ASEAN. "Kami percaya bahwa Kesepakatan Bersama (MoU) ini menjadi langkah penting. Kami tidak hanya dapat saling bertukar pengetahuan akademis di berbagai jenjang pendidikan hingga vokasi, tetapi juga terkait pengakuan kualifikasi, penelitian, dan penyediaan beasiswa bersama tetangga kami di ASEAN, Indonesia," kata Menteri Pendidikan Thailand Prasert Jantararuangtong.

Pemanfaatan teknologi seperti AI difokuskan untuk menekan ketimpangan akses layanan pendidikan antara kawasan perkotaan dan daerah pelosok di Indonesia, khususnya pada pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ). "Kita bisa menggunakan teknologi untuk memiliki akses ke internet, kita bisa menggunakan teknologi termasuk AI, sebagai bagian dari strategi untuk menghilangkan kesenjangan antara pelajar yang tinggal di kota di Indonesia, dan pelajar yang tinggal di pelosok negeri," ujar Mu'ti.

Meski mendorong penerapan teknologi digital, Kemendikdasmen menilai kemampuan berpikir kritis dan kreatif para siswa tetap tidak dapat digantikan sepenuhnya oleh kecerdasan buatan. "Kadang-kadang, AI bisa membantu mereka, untuk memiliki narasi atau deskripsi, tetapi, jika berpikir refleksif, dan berpikir kritis, itu tidak banyak," tegas Mu'ti. Para menteri pendidikan ASEAN juga menyepakati penguatan pemerataan akses pendidikan inklusif serta transformasi digital di seluruh wilayah Asia Tenggara.

"Negara-negara ASEAN telah menyepakati berbagai isu pendidikan, termasuk pendidikan inklusif, pemerataan pendidikan, AI, dan juga beberapa program yang telah disepakati dalam pertemuan berikutnya," ujarnya.

Indonesia turut mendorong pengenalan materi AI dan koding yang kini sudah menjadi mata pelajaran pilihan mulai kelas 5 SD, dengan target menjadi mata pelajaran wajib saat sarana pendukung siap. "AI dan koding sudah menjadi mata pelajaran pilihan di Indonesia mulai kelas lima SD. Ke depan, ketika sumber daya manusia dan sarana prasarana sudah siap, AI akan kami jadikan sebagai mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah Indonesia," kata Mu'ti. Selain dengan Thailand, Mendikdasmen juga melakukan pertemuan terpisah dengan Menteri Pendidikan Singapura Desmond Lee untuk memutakhirkan MoU yang ditandatangani sejak 2017 sekaligus memastikan keberlanjutan Sekolah Indonesia Singapura (SIS).

"Kita bisa menggunakan teknologi untuk memiliki akses ke internet, kita bisa menggunakan teknologi termasuk AI, sebagai bagian dari strategi untuk menghilangkan kesenjangan antara pelajar yang tinggal di kota di Indonesia, dan pelajar yang tinggal di pelosok negeri," katanya.

Pembaruan kesepakatan tersebut dinilai penting oleh pihak Singapura agar adaptif terhadap tantangan global menjelang peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Singapura pada 2027.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed