PT KAI Catat 178 Juta Perjalanan Commuter Line Semester I 2026
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat volume pengguna Commuter Line Jabodetabek menembus 178.001.308 perjalanan selama periode Januari hingga Juni 2026. Capaian ini menunjukkan peran vital moda transportasi rel dalam menopang mobilitas masyarakat kawasan metropolitan, sebagaimana dilansir dari Detik Finance pada Minggu (2/8/2026).
Dari total pergerakan penumpang pada Semester I 2026 tersebut, porsi terbesar berlangsung pada hari kerja yaitu mencapai 135,7 juta perjalanan atau sekitar 76,2 persen. Rata-rata volume pengguna pada Senin hingga Jumat berkisar 1,05 juta perjalanan per hari, berbanding 813,6 ribu perjalanan per hari saat akhir pekan.
Kepadatan pengguna terfokus pada jam sibuk pagi dan sore hari ketika pekerja melakukan perjalanan berangkat dan pulang kantor.
"Ketika pelanggan berdesakan pada jam sibuk, yang kita lihat bukan sekadar tingginya permintaan perjalanan. Di sana ada para tulang punggung keluarga yang berusaha tiba di tempat kerja tepat waktu dan pulang membawa hasil jerih payahnya. Karena itu, peningkatan kapasitas menjadi kebutuhan yang perlu dijawab bersama," ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication PT KAI (Persero).
Langkah penguatan kapasitas operasional bakal dilakukan secara bertahap meliputi penambahan sarana, peningkatan kapasitas lintas dan stasiun, penguatan sistem persinyalan dan kelistrikan, hingga optimalisasi pola operasi.
"Dukungan Pemerintah terhadap penambahan sarana dan penguatan prasarana sangat berarti bagi masyarakat. Setiap tambahan kapasitas akan menghadirkan ruang perjalanan yang lebih layak, mengurangi kepadatan, dan memberikan kenyamanan lebih baik bagi jutaan pelanggan yang menggantungkan mobilitas hariannya pada Commuter Line," ujar Anne.
Secara historis, volume pengguna KRL terus membaik dari 168 juta perjalanan pada 2021, 252 juta pada 2022, 331 juta pada 2023, 328,2 juta pada 2024, hingga 349,3 juta perjalanan pada 2025. Jumlah stasiun aktif juga bertambah dari 71 stasiun pada 2015 menjadi 85 stasiun pada 2026, termasuk beroperasinya Stasiun Jatake dan Stasiun Jakarta International Stadium.
Dari sisi frekuensi operasional, perjalanan KRL meningkat 21 persen dari 881 perjalanan per hari pada 2015 menjadi 1.063 perjalanan per hari pada 2025. Sepanjang 2025, lintas Bogor menjadi jalur terpadat dengan 155 juta perjalanan, disusul lintas Cikarang 85,9 juta, lintas Rangkasbitung 77,6 juta, lintas Tangerang 27,3 juta, dan lintas Tanjung Priok 3,5 juta perjalanan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow