Jupiler Pro League Musim 2026-2027 Resmi Bergulir Tanpa Play Off

Smallest Font
Largest Font

Kompetisi sepak bola tertinggi Belgia, Jupiler Pro League musim 2026-2027, resmi bergulir mulai Jumat (07/08/2026) malam melalui laga pembuka antara Club Brugge melawan tim promosi KV Kortrijk. Musim baru ini menandai perubahan format besar-besaran dengan kembalinya skema 18 klub tanpa sistem play-off untuk pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir, serta penerapan tujuh regulasi pertandingan baru.

Format anyar ini mewajibkan seluruh klub melakoni 34 pekan pertandingan secara reguler. Empat tim teratas bersama pemenang piala domestik berhak mengantongi tiket ke kompetisi Eropa, sementara klub yang finis di peringkat ke-17 dan 18 dipastikan langsung terdegradasi ke Challenger Pro League.

Selain perubahan format kompetisi, liga juga mengadopsi sejumlah aturan baru guna mempercepat tempo permainan dan menekan aksi membuang waktu. Pemain yang diganti kini hanya diberi waktu maksimal sepuluh detik untuk meninggalkan lapangan, sementara pemain yang menerima perawatan medis di dalam lapangan wajib keluar selama satu menit, kecuali jika perawatan disebabkan pelanggaran berbuah kartu.

Wasit kini juga memiliki wewenang menghitung mundur lima detik untuk lemparan kedalam dan tendangan gawang. Pelanggaran batas waktu pada tendangan gawang akan berbuah tendangan sudut bagi tim lawan. Di sisi lain, peran VAR turut diperluas untuk membatalkan kartu kuning kedua yang keliru, mengoreksi kesalahan identitas penerima kartu kuning, serta mengonfirmasi arah tendangan gawang atau sudut secara cepat.

Pelatih kepala KV Kortrijk, Michiel Jonckheere, menyampaikan pandangannya terkait tantangan berat yang dihadapi timnya di laga pembuka sekaligus tekanan profesi pelatih saat ini.

"Saya tentu menyukai profesi pelatih, tetapi di beberapa sisi ini adalah 'pekerjaan yang menyusahkan'. Musim lalu saya mendapat banyak kritik meskipun berhasil meraih kesuksesan," kutip Het Laatste Nieuws dari pernyataan Michiel Jonckheere, Pelatih Utama KV Kortrijk.

Jonckheere menekankan bahwa publik perlu mengapresiasi keberhasilan timnya menembus kasta teratas liga usai terdegradasi.

"Pendukung harus memahami bahwa semuanya tidak selalu berjalan semudah yang mereka inginkan. Bagaimanapun, ini pertama kalinya dalam lima belas tahun ada tim yang mampu langsung promosi kembali ke 1A. Bagi saya, itu pencapaian yang luar biasa," kata Jonckheere, Pelatih Utama KV Kortrijk.

Selain masalah performa di lapangan, pengelolaan dinamika skuad dan komunikasi antar pemain juga menjadi fokus utamanya.

"Hal tersulit menjadi pelatih adalah menjelaskan kepada setiap pemain yang kecewa alasan mereka tidak dimainkan. Bahkan pemain yang tidak memiliki alasan sama sekali untuk mendapat menit bermain pun datang mengajukan komplain ke ruangan saya," ujar Jonckheere, Pelatih Utama KV Kortrijk.

Ia menilai dinamika tersebut membutuhkan energi ekstra agar keutuhan tim tetap terjaga.

"Saat ini banyak pemain yang kekurangan self-reflection. Penjelasan tersebut tetap harus diberikan, karena jika tidak, Anda akan kehilangan kendali atas ruang ganti. Namun proses itu memakan waktu yang sangat banyak," kata Jonckheere, Pelatih Utama KV Kortrijk.

Rangkaian pekan pertama dilanjutkan pada Sabtu (08/08/2026) yang menyajikan duel Charleroi melawan OH Leuven, Standard Liège menjamu Cercle Brugge, serta Union Sint-Gillis bertandang ke markas Westerlo. Hari terakhir pekan pertama pada Minggu (09/08/2026) akan mempertandingkan AA Gent kontra KV Mechelen, Zulte Waregem melawan KRC Genk, Anderlecht menghadapi La Louvière, dan ditutup oleh laga Antwerp melawan SK Beveren.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed