Jude Bellingham Mengkilap di Bawah Thomas Tuchel Jelang Semifinal Piala Dunia 2026
Gelandang tim nasional Inggris Jude Bellingham mencatatkan lonjakan performa signifikan di bawah asuhan pelatih Thomas Tuchel menjelang pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 melawan Argentina di Stadion Atlanta, Amerika Serikat.
Badan statistik Opta Joe melalui media sosial X melaporkan bahwa pemain berusia 23 tahun tersebut menorehkan rasio gol terbaik sepanjang kariernya dengan mencetak satu gol setiap 168 menit di bawah arahan Tuchel.
Bellingham telah mengoleksi enam gol dalam enam pertandingan di Piala Dunia 2026, menjadikannya pencetak gol terbanyak tim bersama Harry Kane sekaligus mengantarkan Inggris melewati berbagai laga sulit melawan Kongo, Meksiko, dan Norwegia.
Kiprah gemilang sang gelandang memicu perbandingan dengan para legenda sepak bola dunia serta membuka peluang dalam perebutan penghargaan individu paling bergengsi.
Mantan bek Inggris John Terry menilai komposisi skuad The Three Lions saat ini memiliki kualitas yang lebih unggul dibandingkan dengan sang calon lawan.
"Saya tidak melihat Argentina sebagai tim yang lebih baik daripada kami. Kalau dibandingkan pemain per pemain, menurut saya kami lebih baik," kata John Terry, Legenda hidup sepak bola Inggris kepada laman resmi FIFA.
Terry menambahkan bahwa keunggulan utama pasukan Inggris pada turnamen tahun ini adalah kemampuan mereka untuk selalu bangkit dan keluar dari situasi kritis di atas lapangan.
"Yang saya sukai dari tim Inggris saat ini adalah kami selalu berhasil melewati momen-momen besar. Kami memang punya tim yang bagus, tetapi rasaseperti semuanya sedang berpihak kepada kami. Rasanya inilah waktunya Inggris," kata John Terry, pesepak bola yang mewakili Inggris di Piala Dunia 2006 dan 2010.
Selain memuji kolektivitas tim, mantan kapten Chelsea tersebut juga secara khusus menyoroti atribut permainan yang dimiliki oleh Bellingham di atas lapangan.
"Saya sudah mengatakan sejak awal Piala Dunia ini bahwa dia mengingatkan saya pada Zidane," ujar John Terry.
Ia meyakini kapasitas kepemimpinan serta ketenangan yang ditunjukkan pemain Real Madrid tersebut di dalam maupun di luar lapangan mencerminkan atribut pemain kelas dunia.
"Saat ini dia benar-benar menggendong tim ini. Menurut saya dia pemain kelas dunia. Selain itu, kalau mendengarkannya berbicara di luar lapangan, dia juga memiliki ketenangan yang luar biasa," kata John Terry.
Sementara itu, eks penyerang Inggris Michael Owen menyoroti dampak besar Bellingham yang serupa dengan pengaruh Paul Gascoigne dan Wayne Rooney di masa lalu.
"Kita sedang membicarakan salah satu yang terbaik, bukan? Dia masih muda, tapi dia tampil gemilang di turnamen-turnamen besar. Dia bermain untuk Real Madrid, dia adalah salah satu bintang di tim Real Madrid. Dia jelas salah satu pemain terbaik di dunia," kata Michael Owen kepada GOAL.
Owen juga menyayangkan adanya pihak yang sempat meragukan kapasitas sang gelandang untuk menempati posisi utama di sektor tengah tim nasional.
"Sungguh menakutkan betapa orang-orang masih mempertanyakan apakah dia harus pergi atau apakah dia layak berada di tim belum lama ini. Kita tidak memiliki terlalu banyak pemain kelas dunia, dan mencoba menyingkirkan salah satunya adalah hal yang luar biasa," kata Michael Owen.
Secara teknis, Owen memuji ketahanan fisik dan kematangan mental Bellingham yang selalu mampu menjadi pembeda pada pertandingan-pertandingan krusial.
"Tapi bagaimanapun juga, dia luar biasa. Secara fisik, dia seperti Rolls-Royce, bukan? Cara dia bergerak, cara dia berlari, jarak yang dia tempuh, area yang dia jangkau. Secara mental pun, dia mampu tampil maksimal di momen-momen besar," kata Michael Owen.
Mantan penyerang Liverpool itu menegaskan pentingnya keberadaan pemain dengan profil seperti Bellingham demi menjaga asa Inggris merengkuh trofi juara dunia.
"Jika kita ingin memenangkan Piala Dunia, kita membutuhkan tiga atau empat pemain sekelasnya. Lihat saja Prancis dan tim-tim sejenisnya; mereka benar-benar memiliki empat atau lima pemain di level tertinggi mutlak. Kita hanya punya satu atau dua.
Harry Kane tidak akan selamanya ada di sini. Saat ini memang yang terpenting, tapi kita butuh beberapa pemain sekelas Jude Bellingham jika ingin memenangkan Piala Dunia. Benar sekali, dia adalah tipe pemain yang bisa menjadi tulang ponaung tim," kata Michael Owen.
Performa impresif ini juga menempatkan Bellingham bersama Harry Kane ke dalam bursa calon pemenang Ballon d'Or 2026, bersaing dengan bintang internasional seperti Kylian Mbappe dan Lamine Yamal.
"Itu tergantung siapa yang memenangkan Piala Dunia. Jika kami memenangkan Piala Dunia, maka ya, saya pikir dia punya peluang yang bagus," kata Michael Owen saat ditanya mengenai peluang gelar pemain terbaik dunia tersebut.
Menurutnya, penentuan pemenang penghargaan individu tersebut akan sangat dipengaruhi oleh kontribusi krusial pada sisa laga fase gugur.
"Jika kita menjuarai Piala Dunia, apa yang telah dilakukan Harry Kane di level klub mungkin akan sedikit mengunggulkan Harry Kane. Tapi siapa tahu, jika Jude Bellingham mencetak gol penentu kemenangan di final Piala Dunia, maka hal itu akan menguntungkan timnya," kata Michael Owen.
Ia menegaskan kolektivitas tim menjadi prasyarat utama sebelum berbicara mengenai pencapaian performa individu pemain.
"Pertama-tama, kita harus memenangkan Piala Dunia agar salah satu dari kedua pemain itu bisa memenangkannya. Namun, jika kita memang memenangkan Piala Dunia, maka jelas banyak hal akan bergantung pada apa yang terjadi di semifinal dan final, karena sejujurnya, keduanya telah menampilkan performa yang sama bagusnya di Piala Dunia ini," kata Michael Owen.
Terlepas dari kesuksesan menembus babak empat besar, Owen menilai skema permainan Inggris masih membutuhkan perbaikan agar tampil lebih kreatif di lini serang.
"Saya sepenuhnya setuju. Mungkin saya sedikit berbeda pendapat dalam pertandingan melawan Meksiko. Semua orang mengatakan itu adalah penampilan terbaik yang pernah mereka lihat. Maksud saya, sepertinya saya menonton pertandingan yang berbeda," kata Michael Owen.
Di luar kesibukan taktik lapangan hijau, reputasi Bellingham turut merambah industri mode global melalui keterlibatannya sebagai model dan ikon untuk sejumlah jenama pakaian internasional terkemuka.
"Penting buat saya untuk merasakan fleksibilitas dan kenyamanan ketika bermain dan berlatih, atau bahkan di luar lapangan, dan Skims memenuhi semua kebutuhan tersebut," kata Jude Bellingham saat keterlibatannya dalam kampanye pakaian dalam pada Juni 2024 dilansir dari WWD.
Langkah ekspansi tersebut berlanjut lewat kolaborasi eksklusif dengan apparel olahraga Jerman untuk lini busana kasual.
"Talenta Jude di lapangan sangat tidak diragukan, tapi seleranya di dunia fashion dan kepribadiannya yang autentik sungguh beresonansi dengan kami. Koleksi khusus ini bukan sekadar tentang menciptakan pakaian spesial, tapi merayakan generasi atlet yang merepresentasikan semangat adidas Originals," kata Sam Handy, SVP of Product and Design adidas.
Bellingham juga resmi ditunjuk sebagai salah satu figur representatif rumah mode asal Prancis setelah menghadiri peragaan busana di Eropa.
"Saya sangat senang menyambut Jude, kharisma dan pengalaman dalam perjalanan kariernya akan berkontribusi besar dalam komunitas LVers," kata Pharrell Williams, direktur kreatif divisi busana pria Louis Vuitton dalam siaran pers Agustus 2024.
Kerja sama dengan rumah mode mewah tersebut berlanjut hingga keterlibatan sang pemain dalam kampanye busana musim semi dan panas.
"Sungguh sebuah kehormatan dapat bergabung dengan keluarga Louis Vuitton. Sejak kecil, saya sudah tertarik dengan rumah mode ini. Saya sangat senang bisa terus membangun relasi dengan Pharrell yang karyanya saya kagumi," kata Jude Bellingham.
Pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina dijadwalkan berlangsung pada Kamis (16/7) pukul 02.00 WIB.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow