Joe Rogan Kritik Donald Trump Terkait Perang Iran
Podcaster Amerika Serikat Joe Rogan mengkritik keras Presiden Donald Trump dalam episode terbaru acaranya pada Rabu, 8 Juli 2026, karena dinilai telah melakukan kesalahan besar dengan memulai perang terhadap Iran sejak Februari lalu. Kritik tersebut disampaikan dalam podcast "The Joe Rogan Experience" saat berdiskusi dengan politisi sayap kanan Inggris, Rupert Lowe, hanya beberapa jam setelah Amerika Serikat dan Iran kembali melakukan serangan usai gencatan senjata selama tiga minggu berakhir. Sikap Rogan ini menunjukkan perubahan setelah sebelumnya ia mendukung Trump dalam Pemilu 2024 dan sempat memuji acara UFC di Gedung Putih, meski ia juga kerap mengkritik kebijakan imigrasi dan penanganan berkas kasus Jeffrey Epstein oleh sang presiden.
"We might’ve f—ed it up by going to Iran. I mean, this war is not something anybody that’s conservative wanted. Most people don’t want it, except supporters of Israel," ujar Joe Rogan, Podcaster.
Rogan menilai sebagian besar masyarakat Amerika Serikat merasa ngeri dengan konflik baru ini karena menganggap Trump telah melanggar salah satu pilar utama kampanyenya untuk tidak terlibat dalam perang lagi. "They’re the only people that seem to be thinking it’s a good idea in this country," kata Joe Rogan, Podcaster.
Kritik Rogan terhadap kebijakan luar negeri ini mencuat di tengah turunnya kepercayaan publik terhadap perang tersebut, di mana jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan hanya 1 dari 4 warga Amerika Serikat yang menganggap perang ini sebanding dengan biayanya. "Most people are horrified by the idea because Trump was elected. One of the pillars that he stood for apparently was that he doesn’t want any more wars," tutur Joe Rogan, Podcaster.
Di sisi lain, Rupert Lowe merespons bahwa pemerintah seharusnya mengutamakan kepentingan pembayar pajak daripada membiayai agensi internasional atau konflik yang tidak jelas keuntungannya. "For now, but I mean, we might've ****** it up by going to Iran," ucap Joe Rogan, Podcaster. Sebelumnya, Trump sempat menyatakan kepada wartawan di KTT NATO di Ankara, Turki, bahwa kesepakatan damai sementara dengan Iran telah berakhir dan menuduh para pemimpin Iran sebagai kelompok yang kejam.
"Most people don’t want it — except supporters of Israel," cetus Joe Rogan, Podcaster.
Lowe sepakat dengan kebingungan publik mengenai manfaat ekonomi dan geopolitik dari keterlibatan militer AS di Timur Tengah tersebut. "They're the only people that seem to be thinking it's a good idea in this country," sebut Joe Rogan, Podcaster. Rogan yang memiliki sekitar 11 juta pendengar per episode di Spotify dan Apple Podcasts, tercatat sudah berulang kali menyuarakan kekecewaannya sejak operasi militer tersebut dimulai.
"Most people are horrified by the idea, because Trump was elected — one of the pillars that he stood for, apparently, was that he doesn't want any more wars," ungkap Joe Rogan, Podcaster.
Lowe menambahkan bahwa alasan untuk meluncurkan perang harus memiliki dampak keuntungan yang jelas bagi negara yang bersangkutan. "should put the interests of their taxpaying public first," kata Rupert Lowe, Anggota Parlemen Inggris.
Rogan juga sempat mempertanyakan masa depan keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik ini tanpa adanya jalan keluar yang pasti. "And there's only a reason to go to war if it's going to benefit you, and it was difficult to see what the benefit was," jelas Rupert Lowe, Anggota Parlemen Inggris.
Ketegangan ini semakin memanas setelah militer AS kembali meluncurkan serangan udara ke pasukan Iran yang dituduh menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz. "This war is not something anybody that’s conservative wanted," kata Joe Rogan, Podcaster. Trump sendiri menegaskan tidak akan berurusan lagi dengan para pemimpin Iran yang ia sebut sebagai orang-orang sakit.
"Most people don’t want it—except supporters of Israel. They’re the only people that seem to be thinking it’s a good idea in this country. Most people are horrified by the idea, because Trump was elected [and] one of the pillars that he stood for, apparently, was that he doesn’t want any more wars," tutur Joe Rogan, Podcaster.
Presiden Trump menolak bernegosiasi kembali dan memerintahkan pasukan AS untuk terus menahan pergerakan militer Iran di kawasan teluk. "I don't want to deal with them, but they're scum. You know what scum is? They're scum, they're sick people, they're led by sick people, and they're vicious, violent people," tegas Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow