Jérémy Doku Tinggalkan Kamp Timnas Belgia Demi Kelahiran Anak
Penyerang sayap tim nasional Belgia Jérémy Doku meninggalkan kamp latihan tim di Renton, Washington, Amerika Serikat pada Juni 2026 demi mendampingi istrinya, Shireen Doku, yang melahirkan anak pertama mereka di London.
Keputusan pemain Manchester City berusia 24 tahun tersebut sempat memicu perdebatan media internasional karena bertepatan dengan bergulirnya turnamen Piala Dunia 2026. Doku tercatat hanya melewatkan satu pertandingan saat Belgia bermain imbang 0-0 melawan Iran.
Hubungan Jérémy dan Shireen, wanita kelahiran Juni 1996 yang bekerja sebagai ahli kecantikan di Inggris, telah didokumentasikan lewat seri YouTube sang pemain sejak pertunangan mereka di Dubai pada Agustus 2025.
"You’re my girlfriend, but I don’t want you to stay my girlfriend. I want you to be my future wife," kata Jérémy Doku dalam video dokumenter tersebut.
Shireen merespons momen lamaran romantis dengan cincin berlian tersebut dengan keterkejutan.
"Where did you get this from? I’m actually shaking. Where did this come from?" jawab Shireen Doku.
Pasangan ini kemudian menikah pada Oktober 2025 setelah bersama-sama dibaptis pada 15 September 2025, sehari pascakemenangan 3-0 Manchester City atas Manchester United.
"If I can be honest, this was for me already a victory," kata Jérémy Doku kepada wartawan sebelum pembaptisan.
Pemain sayap itu merasa penampilannya di lapangan mendapat dorongan spiritual yang kuat karena momen sakral tersebut.
"Why? Because I knew that after the game I'm going to be baptized. Maybe that's why I felt like I was pushed. That’s why I’m very happy with the performance as well," tutur Jérémy Doku.
Ketika jadwal kelahiran anak pertamanya diprediksi bertepatan dengan fase gugur Piala Dunia 2026 pada awal Juli, Doku menegaskan komitmen keluarga di atas sepak bola sejak awal.
"No one wants to miss a birth," ujar Jérémy Doku pada 15 Juni.
Meskipun menyadari tuntutan besar di sepak bola profesional, ia tetap memprioritaskan kelahiran anak pertamanya.
"Moreover, it is my first child. But I also know that there is a lot involved in football," tambah Jérémy Doku.
Saat Shireen mengalami kontraksi lebih awal dari perkiraan, Dokter Tim Belgia Brahim Hacene mengonfirmasi bahwa Doku diizinkan terbang kembali ke London dengan didampingi dokter tim.
Komentator televisi Prancis France Pierron sempat melayangkan kritik tajam atas keputusan tersebut dalam acara L’Equipe de Choc.
"This outrages me. When you are lucky enough to appear at a World Cup, there are hundreds of footballers who would kill to be in your place. It’s a unique moment, a childhood dream come true.
And you’re going to walk away from that to be at the birth of your child? I'm sorry, the father serves no purpose. He is an extra," kata France Pierron.
Komentar tersebut memicu kecaman publik hingga Pierron meminta maaf, dan saluran L’Equipe kemudian menangguhkan acaranya karena dinilai tidak sejalan dengan nilai organisasi.
Putra mereka yang diberi nama Praise akhirnya lahir dengan selamat di London.
"Everything went perfectly, and the mother, father, and baby are all doing wonderfully," kata Brahim Hacene kepada media.
Kapten timnas Belgia Youri Tielemans memberikan dukungan penuh atas keputusan rekan setimnya tersebut melalui pesan singkat.
"I think having a child is the most beautiful thing in the world that you can have, and being there, it’s more than normal as a dad. For myself, I have three and it’s memories you can't take back. So, yeah, very happy for him," kata Youri Tielemans.
Jérémy Doku segera kembali bergabung dengan skuad Belgia di Seattle setelah proses persalinan selesai.
"Shireen and Praise are doing great, and my heart is full of gratitude. Welcoming my son into the world is one of the greatest blessings God has ever given me. Thank you to the team for the support, now it’s time to get back to football and represent my country on the biggest stage," kata Jérémy Doku dalam pernyataan resminya di Facebook.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow