AchmadNurHidayat.ID — Penawaran umum perdana saham PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) atau Proline mendapat respons kuat dari pasar. Selama masa penawaran, emisi ini mencatat 1.273.678 antrean pemesanan di sistem e-IPO dan mengalami oversubscription sebesar 709,93 kali dari porsi pooling.
Perseroan menetapkan harga penawaran sebesar Rp 120 per saham, yakni batas atas kisaran harga pada masa bookbuilding. Melalui initial public offering ini, Proline menawarkan 522.900.000 saham baru atau setara 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran.
Hasil Penawaran dan Jadwal Pencatatan
Dari penjualan saham tersebut, PRDL berhasil menghimpun dana sekitar Rp 62,75 miliar. Perusahaan dijadwalkan melakukan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia pada Kamis, 9 Juli 2026.
Rencana Penggunaan Dana
Manajemen menyatakan dana hasil IPO akan dipakai untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung pengembangan usaha. Sekitar 62% dari dana akan digunakan untuk pelunasan sebagian fasilitas pinjaman bank.
Sekitar 28,92% akan dialokasikan untuk belanja modal, termasuk pembelian mesin dan peralatan kalibrasi, kendaraan, sistem software, penataan ulang area produksi (relayout), serta penambahan AHU Lab Biomolekuleri. Sisanya, sekitar 8,51%, akan dipergunakan sebagai modal kerja untuk pembelian bahan baku, biaya product & development, serta kegiatan selling & marketing.
Respons Penjamin Emisi dan Manajemen
Direktur Utama PT Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, yang bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek, mengatakan antusiasme terhadap IPO Proline sangat tinggi. Ia menyatakan keyakinan bahwa pencatatan saham ini akan menjadi momentum positif bagi perseroan dan pasar modal.
“Kami meyakini pencatatan saham PRDL akan menjadi momentum positif, baik bagi perseroan maupun bagi perkembangan pasar modal Indonesia, khususnya dalam menghadirkan lebih banyak emiten berkualitas kepada publik,”
Direktur Utama PT Prodia Diagnostic Line Tbk, Cristina Sandjaja, menyebut IPO ini sebagai tonggak penting perjalanan bisnis Proline. Menurutnya, pencatatan di bursa mencerminkan komitmen dan kerja keras perusahaan untuk berperan dalam ekosistem layanan kesehatan nasional.
“IPO ini merupakan milestone yang sangat penting bagi perjalanan bisnis Proline yang membuktikan komitmen dan kerja keras perusahaan untuk menjadi bagian penting dalam ekosistem layanan kesehatan di Indonesia,”
Manajemen menilai langkah ini strategis untuk mempercepat pertumbuhan dan memperkuat kontribusi perusahaan pada pengembangan industri alat kesehatan. Dengan prospek industri kesehatan yang dinilai terus berkembang, perseroan optimistis dapat menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.
Ikuti AchmadNurHidayat.ID
