InfraNexia Raih Pendapatan Rp7,7 Triliun Pada Semester I 2026

Smallest Font
Largest Font

PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) membukukan pendapatan sebesar Rp 7,7 triliun pada semester pertama tahun 2026, seperti dilansir dari Investor Daily pada Selasa (4/8/2026). Pencapaian ini didukung kinerja positif di sejumlah indikator utama serta penambahan ekosistem layanan infrastruktur digital.

Pendapatan perusahaan masih didominasi oleh ekosistem TelkomGroup untuk memenuhi kebutuhan konektivitas grup. Meski demikian, portofolio bisnis eksternal di luar grup tumbuh 31% secara tahunan menjadi Rp 939 miliar. Pertumbuhan ini ditopang oleh kenaikan kepercayaan operator telekomunikasi, ISP, hingga pelanggan korporasi.

Segmen Wholesale Network yang mencakup Metronexia, Wavenexia, dan IP Nexia turut mencatatkan lonjakan pendapatan 12,7% secara tahunan. Peningkatan permintaan pada kapasitas core network menjadi pendorong utama segmen tersebut setelah pengalihan sebagian aset wholesale fiber connectivity dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang berlaku sejak 1 Januari 2026.

Pada segmen FTTx & Infrastructure Sharing, perusahaan terus memperluas model penyediaan jaringan yang lebih efisien bagi para pelaku industri. Dari sisi keuangan, InfraNexia berhasil mengamankan margin EBITDA sebesar 54,5% pada semester pertama 2026 melalui efisiensi operasional dan digitalisasi proses bisnis.

“Pertumbuhan pendapatan eksternal dan kinerja positif InfraNexia menunjukkan bahwa proses bisnis yang kami jalankan mulai memperkuat daya saing InfraNexia. Selain memperbesar skala bisnis, fokus kami juga terus memastikan aset dan kapabilitas yang dimiliki dapat dikelola secara lebih produktif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan industri,” ujar Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf.

Guna mengimbangi ekspansi dan kompleksitas operasional, jumlah tenaga kerja perusahaan melonjak dari 1.128 menjadi 1.338 orang sepanjang enam bulan pertama tahun 2026.

“Melanjutkan momentum positif tersebut, semester pertama tahun 2026 menjadi periode penting bagi InfraNexia dalam membangun fondasi sebagai perusahaan infrastruktur digital yang semakin kuat dan kompetitif,” kata Lukman.

Manajemen juga mengonfirmasi bakal terus memodernisasi jaringan dan memperluas kolaborasi dengan pemangku kepentingan industri.

“Melalui sinergi bersama Danantara Indonesia, InfraNexia sebagai bagian dari TelkomGroup optimistis dapat terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekosistem digital nasional. Dengan disiplin operasional dan eksekusi transformasi yang konsisten, kami berkomitmen menghadirkan infrastruktur digital yang andal, efisien, dan berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Lukman.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed