Indosat dan Arsari Group Luncurkan PT Infra Fiber Teknologi

Smallest Font
Largest Font

Indosat Ooredoo Hutchison bersama Arsari Group resmi meluncurkan PT Infra Fiber Teknologi (IFT) untuk mengelola jaringan fiber sepanjang 86.000 kilometer yang mencakup backbone, kabel bawah laut domestik, serta jaringan akses di Indonesia.

Pembentukan perusahaan ini, seperti dilansir dari Detik iNET, menandai rampungnya transaksi strategis yang diawali sejak penandatanganan Perjanjian Investasi pada Desember 2025. Aset fiber yang awalnya berada di bawah naungan Indosat kini dialihkan kepemilikannya kepada PT Nusantara Fiber Teknologi (NFT), sebuah platform investasi milik Arsari Group dan Northstar Group.

Pascatransaksi tersebut, Indosat bersama PT Aplikanusa Lintasarta secara kolektif masih mempertahankan kepemilikan strategis jangka panjang sebesar 49,9 persen saham di NFT. Melalui aksi korporasi ini, Indosat Group memperoleh dana bruto sekitar Rp11,7 triliun yang akan dialokasikan untuk memperkuat bisnis inti seperti pengembangan konektivitas, percepatan jaringan 5G, dan layanan berbasis kecerdasan artifisial (AI).

IFT dirancang secara independen dengan model bisnis open access guna memperluas kemitraan wholesale dengan berbagai operator telekomunikasi, perusahaan, hyperscaler, hingga penyedia layanan digital. Langkah ini ditujukan untuk memacu pemerataan konektivitas berkualitas tinggi di seluruh nusantara.

"Dengan menghadirkan infrastruktur fiber kelas dunia melalui platform independen berbasis open access yang dipimpin para ahli di industrinya, kami ingin memastikan manfaat AI, cloud, dan layanan digital generasi berikutnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh seluruh masyarakat. Inilah bentuk teknologi bagi semuanya," ujar Vikram Sinha, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison.

Arsari Group sendiri merupakan konglomerat yang didirikan oleh Hashim Djojohadikusumo dengan portofolio bisnis yang bergerak di sektor sumber daya alam, energi, hingga investasi digital. Manajemen menetapkan struktur kepemimpinan yang berfokus pada penguatan posisi ekonomi digital nasional melalui penyediaan infrastruktur skala besar.

"Kami menghadirkan pemimpin yang tidak hanya memahami bagaimana membangun dan mengelola infrastruktur dalam skala besar, tetapi juga memahami mengapa hal itu penting bagi masyarakat yang terhubung, bagi dunia usaha yang diberdayakan, serta bagi posisi Indonesia dalam perekonomian digital di masa depan," kata Aryo P.S. Djojohadikusumo, Deputy CEO & COO Arsari Group.

Operasional IFT kini dipimpin oleh Hendri Mulya Syam, seorang profesional yang sebelumnya pernah memegang posisi strategis di Indosat Ooredoo dan Telkomsel. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar berfokus pada wilayah perkotaan yang sudah memiliki jaringan memadai.

"Kami membangun infrastruktur yang menjangkau daerah-daerah yang selama ini belum terlayani secara optimal, menghadirkan akses terhadap layanan yang tepercaya dan andal bagi masyarakat, sekaligus memberdayakan pelaku usaha yang menjadi penggerak perekonomian Indonesia di seluruh nusantara," ucap Hendri Mulya Syam, Direktur Utama PT Infra Fiber Teknologi.

Ke depan, IFT menargetkan perluasan pembangunan jaringan fiber secara agresif ke wilayah-wilayah yang masih memiliki keterbatasan konektivitas. Penerapan model open access ini diharapkan mampu mendongkrak efisiensi investasi jaringan sekaligus memperkokoh ketahanan infrastruktur telekomunikasi nasional.

Disclaimer

This article was automatically rewritten by AI based on source: inet.detik.com without altering the facts of the original article.
Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed